Analis perkirakan harga minyak naik dan USD melemah di 2016
Merdeka.com - Tren melemahnya harga minyak mentah dunia masih dirasakan sampai akhir tahun ini, namun pelemahan ini diperkirakan akan berakhir di awal tahun depan.
Seperti dilansir CNBC, beberapa analis pasar memperkirakan harga minyak mentah dunia akan bangkit. Hal ini disebabkan mulai berakhirnya fenomena cuaca El Nino sehingga perubahan iklim pun terjadi di awal tahun depan.
Mulai naiknya harga minyak mentah dunia ini nantinya akan membawa para investor melarikan dananya ke investasi tersebut. Sehingga akan berdampak melemahnya dolar AS.
"Selama ini pasar menilai kekuatan dolar terlalu banyak, namun hasilnya justru mengecewakan sekali. Tapi dengan minyak mentah terbalik (menguat) maka dolar bergerak berlawanan," ujar Jolley, Analis CNBC Squawk Box.
Selain itu, mulai menguatnya harga minyak mentah dunia juga disebabkan cuaca. Analis mengatakan, pergerakan harga minyak mentah dunia sudah menjadi siklus musiman.
"Jika itu terjadi (harga minyak pulih), situasi likuiditas di pasar minyak akan menjadi cukup menguntungkan dalam enam bulan ke depan," jelas dia.
Manajer portofolio Pionner Investments, John Carey mengatakan, potensi menguatnya harga minyak mentah dunia sangat besar. Dia juga memperkirakan di awal tahun depan tanda-tanda percepatan perbaikan ekonomi di China, Eropa dan Amerika Serikat.
"Kami melihat sedikit lebih upside potensial (harga minyak mentah) dari risiko downside lebih lanjut. Penurunan dalam persediaan menangkap banyak orang terkejut," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, harga minyak dunia menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data persediaan AS menunjukkan penurunan lebih besar dalam pasokan minyak mentah dari pada yang telah perkirakan banyak analis.
Seperti ditulis Antara, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet untuk pengiriman Februari, naik USD 1,36 atau sekitar 3,8 persen menjadi ditutup pada USD 37,50 per barel di New York Mercantile Exchange.
Di perdagangan London, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari menguat USD 1,25 menjadi menetap di USD 37,36 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Departemen Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 18 Desember. Laporan juga menunjukkan impor minyak AS turun sekitar 13 persen dari pekan sebelumnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya