Anak buah Menteri Susi yang tewas di Benjina andalan sejak 1998
Merdeka.com - Yoseph Sairlela, Koordinator pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) di Kepulauan Aru ditemukan tewas di sebuah Hotel di Jakarta beberapa hari lalu. Kematian Yoseph menjadi tidak biasa lantaran dia disebut-sebut sebagai saksi kunci praktik perbudakan serta pencurian ikan (ilegal fishing) yang dilakukan PT Benjina Pusaka Resources (PBR).
Di internal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yoseph sudah menjadi andalan sejak tahun 1988. Dirjen PSDKP KKP Asep Burhanudin mengatakan kinerja Yoseph terbilang bagus. Dia juga sangat berpengalaman serta menguasai medan di Kepulauan Aru, Maluku.
"Dia menguasai daerah Aru yang banyak buaya dia berani pakai speedboat kecil. Dia orang baik. Dia itu saksi, tapi aparat yang lain juga mengetahui permasalahan yang ada di sana," ujar Asep kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (21/4).
Asep tak menampik kematian Yoseph menimbulkan berbagai spekulasi. "Setelah mendapat penjelasan dari Dirjen PSDKP, keluarga menerima penjelasan dan akan menunggu hasil otopsi dan akan menentukan langkah selanjutnya," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Satgas Anti Illegal Fishing Yunus Husein menduga kuat adanya tekanan di balik kasus kematian anak buah Menteri Susi Pudjiastuti tersebut.
"Bisa jadi beliau ada tekanan dengan kasus pelanggaran di depan mata dia," kata Yunus di Jakarta, Selasa (21/4).
Yoseph diketahui tinggal di Benjina. Maka itu wajar bila korban dianggap mengetahui kasus dugaan perbudakan yang dilakukan PT Pusaka Benjina Resources (PBR).
Walau begitu, Yunus menegaskan bahwa korban tidak berhubungan langsung dengan kasus perbudakan yang dilakukan di Benjina. Sebab Yoseph hanya fokus kepada penangkapan ikan ilegal.
"Banyak tahu iya, tapi kalau berhubungan dengan kasus perbudakan Benjina, tidak. Karena dia bukan yang menangani itu," ungkapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya