Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ambisi Pertamina ingin segera caplok BUMN energi jadi anak usaha

Ambisi Pertamina ingin segera caplok BUMN energi jadi anak usaha Gedung Pertamina. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mendukung upaya pemerintah membentuk holding BUMN energi. Di mana, Pertamina ditunjuk menjadi leader dalam holding tersebut.

Selain itu, Pertamina bakal mengambil alih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dengan dicaploknya PGN, aset Pertamina akan naik signifikan dalam waktu singkat, sehingga bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar untuk membiayai bisnis hulu migas, termasuk Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

"Tentu dengan adanya holding ini, nanti akan ada tambahan nilai aset ke Pertamina," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda A. Pusponegoro, di Jakarta, Rabu (11/5).

Pertamina memang membutuhkan dana yang besar untuk mengelola Blok Mahakam. Saat ini, perseroan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman utang dalam jumlah besar. Sebab, utang Pertamina sendiri sudah melebihi dari total asetnya. Jalan terakhirnya, dengan menerbitkan global bond.

"Dengan nilai aset yang besar, kita bisa memperoleh fleksibilitas pendanaan yang lebih besar. Jumlahnya lebih memadai, bisa untuk masuk ke blok-blok yang terminasi," kata dia.

Wianda menambahkan, Pertamina membutuhkan dana investasi di hulu migas mulai 2018 sebesar USD 3-3,5 miliar atau setara Rp 45 triliun. Untuk Blok Mahakam saja, Pertamina butuh dana sekitar USD 2,5 miliar atau sekitar Rp 32,5 triliun per tahun.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, pada 2015, aset Pertamina mencapai USD 45,5 miliar dengan laba bersih USD 1,4 miliar. Sedangkan PGN memiliki total aset USD 6,5 miliar, pada 2015 mencetak laba bersih USD 418 juta.

Bila mengacu pada Laporan Keuangan 2014, kedua BUMN ini Return on Equity (ROE) Pertamina mencapai 16,22 persen. Sedangkan, ROE PGN mencapai 32,26 persen. ROE ini digunakan untuk mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan modal yang disetor pemegang saham.

Sedangkan, Return On Investment (ROI) Pertamina pada 2014 mencapai 13,5 persen. Sedangkan, PGN mencapai 18,7 persen. ROI adalah rasio laba bersih terhadap biaya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP