Ambisi jadi eksportir nomor 1 ASEAN tapi banyak nelayan alih profesi
Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan garis pantai Indonesia tercatat yang terpanjang kedua di dunia. Dengan potensi luasnya laut dan kekayaan di dalamnya, Indonesia berpeluang menjadi negara eksportir ikan nomor wahid di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, saat ini Indonesia berada di urutan nomor 5 eksportir ikan di ASEAN. Kalah dibanding Singapura, Vietnam, Thailand yang jelas-jelas wilayah lautnya jauh lebih kecil.
"Selama ini kami belajar dari Singapura, Vietnam, Thailand yang wilayah teritorial lautnya (lebih kecil) tetapi ekspor sea food mereka besar di ASEAN, tetapi saya ingin menjadi nomor 1 di ASEAN," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (28/5).
Menteri Susi menuding rendahnya nilai ekspor ikan Indonesia karena maraknya praktik pencurian ikan. Susi menyebut praktik illegal fishing sudah ada sejak lama.
"Ironi, Indonesia memiliki sumber daya laut besar tetapi ekspornya kecil karena IUU fishing," jelas dia.
Ambisi Menteri Susi menjadi eksportir ikan nomor satu di Asia Tenggara terhadang masalah sumber daya manusia. Di depan duta besar Peru, Vietnam, Norwegia, Jerman, Afrika Selatan, Hungaria, hingga Amerika Serikat (AS), Menteri Susi curhat turunnya jumlah nelayan di Indonesia.
Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus 2003-2013, jumlah nelayan tradisional turun dari 1,6 juta menjadi 864.000 rumah tangga. Sementara nelayan budidaya justru naik, dari 985.000 menjadi 1,2 juta rumah tangga.
"Ini menjadi perhatian saya, kenapa turun? Apakah nelayan sudah tidak lagi menjadi profesi menarik? Salah satu masalahnya bagaimana nelayan ini mendapatkan dukungan pendapatan," keluhnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya