Ambisi bos GO-JEK, invasi ke Amerika dan Eropa
Merdeka.com - Empat tahun lalu, tepatnya 2011, GO-JEK tak ada bedanya dengan tukang ojek pangkalan. Hanya saja mereka tidak mangkal seperti kebanyakan tukang ojek yang masih menggunakan sistem tradisional. Sistem yang digunakan GO-JEK masih manual, belum ada aplikasi pendukung.
Tiga tahun kemudian, Nadiem Makarim, pendiri GO-JEK mulai mengembangkan aplikasi yang memudahkan konsumen menggunakan jasa GO-JEK. Tentunya dengan dukungan ponsel pintar alias smartphone. Strategi itu menjadi pintu masuk berkembangnya bisnis GO-JEK.
Nadiem mengklaim, bisnis yang dirintisnya tidak hanya menyita perhatian publik tanah air tapi juga negara lain. Nadiem menceritakan pengalamannya diundang mengisi acara mengenai teknologi berbasis aplikasi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Di negeri Paman Sam, GO-JEK sudah dikenal dengan istilah aplikasi jasa mengingat bisnis yang ditawarkan bergerak di bidang jasa transportasi orang dan barang.
Dari pengakuan Nadiem, masyarakat Amerika sudah mengenal GO-JEK. Atas dasar itu dia berambisi melebarkan sayap dengan 'menginvasi' dan masuk ke bisnis jasa di Amerika berbekal aplikasi serupa yang diterapkan di dalam negeri.
"GO-JEK sudah di kenal di Amerika dan Eropa sampai-sampai di Silicon Valley (kota di Amerika) nama kita sudah terkenal. Indonesia bisa naik dari sisi teknologi," ujar Nadiem saat berbincang dengan wartawan di kawasan SCBD Jakarta, Selasa (30/6). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya