Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alat penghemat listrik diminta dikaji lebih lanjut, ini alasannya

Alat penghemat listrik diminta dikaji lebih lanjut, ini alasannya Diskusi Energi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, alat listrik penghemat energi (energy saver) harus diteliti lebih lanjut. Termasuk mengenai pihak yang memproduksi energy saver tersebut.

"Harus jelas dulu, harus hati-hati, siapa produsennya dan juga harus disampaikan kepada pemerintah juga kalau memang benar bisa menghemat listrik," tuturnya dalam Diskusi Energi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Jisman menambahkan, harus ada kepastian hukum yang jelas yang memastikan bahwa keberadaan energy saver memang berperan untuk menghemat listrik. "Smart card ini kita minta Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) PLN, tidak berpengaruh apa-apa. Kalau produsen alat ini mau tetap dipasarkan datanglah ke kantor, kita akan undang ahlinya," ujarnya.

"Kalau benar-benar baik, kita endors. Kita mendukung penghematan listrik tapi harus jelas dulu, negara ini negara hukum," tambah dia.

Sementara itu, Pengamat Kelistrikan Benny Marbun menjelaskan, energy saver tidak mengurangi biaya rekening listrik sama sekali. Melainkan, yang dihemat hanya energi reaktifnya saja.

"Alat ini tidak menghemat tagihan listrik. Kita tidak melarang, kita memberi pencerahan pada masyarakat. Apakah ini yang turun mphnya apa kwhnya. Masyarakat perlu tahu hal ini. Memang tidak mudah menjelaskan ini," kata dia.

Kepala Laboratorium Pengukuran Listrik DTE FT UI Amien Rahardjo mengatakan, energy saver dapat berguna jika arus dan teganganya (cost v) rendah.

"Sudah pernah saya coba kalau pemakaiannya di atas 50 persen alat itu stabil. Kalau kurang dari 50 persen ini kebalik, ampernya malah naik. Efeknya kapasitor itu bikin tegangan naik, kalau induktif malah turun. Jadi kalau bebannya kecil tegangannya naik," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP