Alat Kesehatan di RI Masih Langka, Rumah Sakit Berebut Dapatkan Masker N95
Merdeka.com - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengakui masih kesulitan untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) seperti masker N95. Kondisi ini tak lain disebakan banyaknya permintaan yang melonjak dari rumah sakit di seluruh Indonesia yang menangani Covid-19.
Sekretaris Jenderal PERSI, Lia G Partakusuma mengatakan, ketersediaan stok tersebut kerap membuat rumah sakit harus berlomba-lomba mendapatkan masker N95. Tak jarang, pihak rumah sakit mendapatkan alat tersebut dengan harga terbilang mahal.
"Dua bulan terakhir tidak mudah kita dapatkan jumlah yang kita minta untuk kebutuhan rumah sakit, masker N95 susah. Rumah sakit jadi bersaing. Siapa yang bisa duluan ada barang ini sekian," kata dia dalam video conference di Jakarta, Minggu (19/4).
Dia mengatakan, tingginya permintaan terhadap masker N95 membuat harga tersebut terlampau tinggi. Sehingga kondisi itu membuat rumah sakit harus berjibaku untuk mendapatkan persediaan stok yang mencukupi.
"Masker N95 tidak tahu di mana buatnya kita berlomba lomba mikirin persediaan. Kita gerilya kemana saja. Kita butuh banget bantuan dari pemerintah," terang dia.
Lia mengakui, kondisi kelangkaan ini tak pernah dialami sebelumnya. Sejak merebaknya virus corona di Indonesia membuat semuanya jadi berubah. Akibatnya kebutuhan yang ada tidak seimbang dengan kebutuhan di pasaran.
Lia mengungkapkan, alkes tersebut bisa didapat jika rumah sakit melakukan pembayaran duluan. Padahal, biasanya rumah sakit melewati prosedur tertentu dan pembayaran dilakukan di akhir. Ditambah, harga alkes yang dijual mahal.
"Sekarang rumah sakit seolah-olah harus menyiapkan cash dan satu lagi paling repot adalah harga, ini harga kelihatan nya bisa berlipat ganda tingginya karena apakah karena demandnya tinggi sehingga akhirnya siapa cepat dia dapat, ini yang membuat kami prihatin sekali," tuturnya.
Lia menambahkan, rumah sakit selalu berkejaran dengan waktu untuk mendapatkan kebutuhan alkes. Belum lagi persoalan bahan baku masker harus impor, sehingga memakan waktu. Dia minta pemerintah memperhatikan ketersediaan alkes.
"Ada lapisan yang memang butuh bahan baku dari luar, misal masker bedah. Cari masker N95 itu susah, harus gerilya ke mana-mana. Kami sangat butuh bantuan pemerintah," ucapnya.
"Tiap hari update stok, cari sana cari sini. Lalu harga naik, gimana ini? Kami minta perbanyak Alkes, harga distandarkan supaya tidak merepotkan rumah sakit," tandas Lia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya