Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Sri Mulyani turunkan angka defisit anggaran tahun depan

Alasan Sri Mulyani turunkan angka defisit anggaran tahun depan Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kementerian Keuangan telah menetapkan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 2,19 persen dari produk domestik bruto (PDB). Defisit tersebut senilai Rp 325,9 triliun, di mana belanja negara diperkirakan Rp 2.204,4 triliun dan pendapatan negara ditargetkan Rp 1.878,4 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran 2018 turun sebesar 0,58 persen dengan tujuan untuk menjaga APBN tetap kredibel dan pengelolaan utang tetap baik. Hal ini bertujuan untuk membuat perekonomian Indonesia tumbuh sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Itu juga kita coba bisa mendapatkan ekonomi yang dicapai dan keinginan sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden," kata Ani dalam jumpa pers RAPBN 2018 di Kantornya, Senin (21/8).

Meski defisit anggaran turun, lanjutnya, pemerintah tetap akan memanfaatkan pembiayaan dari dalam dan luar negeri, baik dalam bentuk pinjaman atau utang. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk kegiatan yang mendukung program pembangunan nasional.

"Program perlindungan sosial, Bidang pendidikan, infrastruktur, pertahanan dan keamanan," jelasnya.

Ani mengungkapkan selama ini pemerintah cukup berhati-hati karena banyak perubahan drastis dalam APBN termasuk menjaga defisit anggaran di level 2,46 persen terhadap PDB. Sementara itu, pelebaran defisit anggaran 2017 disengaja ke level 2,92 persen untuk menjaga ekonomi yang diketahui mengalami tekanan dari dalam dan luar negeri.

"Itu langkah yang bisa menekan kebutuhan untuk tidak menambah utang terlalu banyak. Ini dalam rangka kembalikan kredibilitas APBN dan membuat lebih sehat serta kredibel," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP