Alasan Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 7,1 - 8,3 Persen
Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menargetkan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II 2021 di rentang 7,1 - 8,3 persen yoy. Proyeksi ini dipengaruhi arah pemulihan yang lebih kuat dan faktor base effect.
"Kenapa ada range, karena kita masih selalu dihadapkan pada ketidakpastian. April sangat kuat, Mei kita perkirakan masih bertahan sampai dengan minggu terakhir ini dan kalau Covid-19 tidak meningkat maka momentum mobilitas dan pemulihan akan terus berjalan, dan kita bisa mendapatkan outlook tadi 7,1 - 8,3 persen," ungkap Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Mei 2021 pada Selasa (25/5).
Kinerja kuartal II 2021 dipengaruhi oleh lima faktor yaitu konsumen masyarakat, konsumsi pemerintah, investasi, ekspor dan impor. Konsumsi masyarakat disebut pulih seiring momentum Idulfitri dan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus berlanjut.
"Memang ini sumbangannya adalah konsumsi masyarakat meningkat terutama dengan momen Ramadan dan Lebaran, meskipun tetap tidak mudik tapi tetap memberikan momentum," jelasnya.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKemudian dari sisi konsumsi pemerintah, disebut tumbuh tinggi seiring pelaksanaan PEN dan aktivitas pelayanan mudik yang lebih normal dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi juga mengalami rebound sangat kuat didukung arah ekspansi dunia usaha, serta kelanjutan proyek infrastruktur pemerintah.
"Ekspor kita juga melonjak sangat tinggi di April yang kita perkirakan momentumnya sampai Juni nanti," tutur Menteri Sri Mulyani.
Sementara, impor juga mengalami pertumbuhan tinggi. Hal ini mengindikasikan pemulihan permintaan domestik, serta menunjang kebutuhan produksi dan investasi.
Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi RI pada 2021 4,5 - 5,3 persen. Lebih tinggi daripada prediksi lembaga internasional seperti World Bank yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya 4,4 persen.
"Kita masih lebih optimis dengan membuat range di atas lima," katanya.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya