Alasan proyek kereta Sulsel dan Bandara Labuan Bajo laku di pertemuan IMF-World Bank
Merdeka.com - Ajang Annual Meeting IMF-World Bank berlangsung pada 8-14 Oktober lalu membuahkan investasi di sektor transportasi. Setidaknya ada dua lokasi yang diminati oleh investor yang hadir dalam ajang pertemuan tersebut, yaitu pembangunan jalur api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan dan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan alasan kedua proyek tersebut paling diminati oleh investor karena menjadi proyek yang paling siap untuk dibangun. Tinggal menunggu investor yang serius untuk menggarapnya.
"Karena skema legal, skema keuangannya itu sudah clear. Semuanya dengan itu format itu jadi lebih mudah," jelas dia di Jakarta, Rabu (17/10).
Dia mengatakan, investor yang tertarik pada dua proyek ini berasal dari Jepang, Korea Selatan dan negara kawasan Eropa.
"Saya memang fokus di dua tempat kereta api Makassar-Parpare sama Labuan Bajo sampai mengiring tender, mendapatkan investor langsung dapet. Para investor Jepang, Korea, Eropa memastikan. Kenapa saya lakukan itu? Kalau itu sudah terjadi, untuk program yang lain kita banyak peluang," ujar dia.
Dia mengungkapkan, nilai proyek untuk jalur kereta Makassar-Parepare sebesar Rp 1,5 triliun. Sedangkan untuk Labuan Bajo berkisar Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun. "(Target tender) Desember," ungkap dia.
Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya