Alasan pemerintahan Jokowi akhirnya setuju program mobil murah
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin berjanji bakal meneruskan program mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) usungan Menteri Perindustrian sebelumnya, MS Hidayat. Meski sempat menuai kontroversi, program mobil murah disebut masih berdampak baik pada perekonomian Indonesia.
Saleh menilai program mobil murah termasuk penting untuk mengimbangi serbuan produk asing saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan akhir tahun 2015.
"Kendaraan yang sama, dengan jenis yang sama dari berbagai negara seperti dari Vietnam dan Thailand akan masuk dengan bebas. Apakah kita akan biarkan mereka merebut pasar kita?," ujar Saleh di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Plt Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Panggah Susanto menambahkan, program LCGC dinilai mampu merangsang investor ke Indonesia.
"Di satu sisi pemerintah di minta produsen untuk melakukan pendalaman lokalisasi program LCGC. Insentif yang diberikan pun hanya PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Merah) dan ini tidak dinikmati oleh produsen, ini insentif bagi konsumen," paparnya.
Sementara itu, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Surjono melanjutkan saat ini LCGC dirakit dengan kandungan komponen lokal sebesar 70 persen. Hal itu diiringi dengan bermunculannya investasi komponen yang datang ke dalam negeri.
"Dengan ketentuan 1 liter untuk 20 Km, engine LCGC juga bukan engine biasa, tetapi efisiensinya sama tinggi. Jadi kami berharap ini tetap diteruskan karena diharapkan pabrik engine bisa masuk nantinya. Ini mendatangkan investasi dan tenaga kerja juga banyak terserap," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya