Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Destinasi Wisata Kawasan Borobudur Tetap Beroperasi Meski Sepi Pengunjung

Alasan Destinasi Wisata Kawasan Borobudur Tetap Beroperasi Meski Sepi Pengunjung Candi Borobudur. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan sektor pariwisata sempat memiliki harapan besar untuk memasuki masa pemulihan di akhir tahun 2020. Momentum libur akhir tahun menjadi pengharapan besar bagi para pelaku usaha pariwisata dan turunannya untuk kembali bergeliat.

Sayangnya, harapan dan optimisme tersebut pupus saat pemerintah membuat kebijakan menghapus libur akhir tahun demi menekan penyebaran virus corona yang terus mengalami peningkatan.

"Tapi ketika ada kebijakan yang meniadakan liburan akhir tahun membuat sejumlah usaha ini kembali terpuruk lagi," kata Edy dalam talk show virtual BNPB Indonesia bertajuk: Strategi Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi, Jakarta, Jumat (29/1).

Apalagi, di awal tahun 2021 pemerintah kembali menerapkan kebijakan pembatasan yang diperketat. Tak hanya di Jakarta, melainkan di Pulau Jawa dan Bali dengan program Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan belum lama ini kebijakan kembali diperpanjang hingga 8 Februari 2021 mendatang.

"Apalagi awal tahun ini diperpanjang sampai sebulan, ini kami kehilangan (pasar) betul," kata dia.

Kini, para pengusaha menaruh harapan besar pada program vaksinasi nasional yang sudah mulai berjalan sejak dua pekan lalu. Meski program tersebut belum ditujukan kepada masyarakat umum, namun dia meyakini kondisi akan membaik seiring terlaksananya imunisasi massal.

Sambil berjalan, pihaknya pun terus melakukan berbagai persiapan. Berbagai destinasi wisata yang dalam kendalinya dipertahankan untuk tetap beroperasi. Hal ini dilakukan demi menjaga suasana agar tak mati karena penutupan sementara.

"Supaya suasana ini tetap hidup, jangan sampai suasana itu jadi mati," kata dia.

Sebab pelajaran yang dipetik tahun lalu mengajarkan penutupan wisata berdampak pada masa kebangkitannya. "Kalau kita tutup lagi nanti pas buka lagi ini sangat berat," kata dia.

Bukan hanya destinasi utama yang menjadi objek kunjungan. Sektor bisnis penyerta lainnya juga ikut terdampak seperti restoran, transportasi, akomodasi hingga penginapan. "Kita yang bisnis kawasan saja berat, apalagi di bisnis penyerta, mereka juga akan sulit lagi memulai," kata dia.

Untuk itu, pihaknya dengan berat hati tetap beroperasi. Meskipun secara produktifitas saat ini sangat tidak produktif. Bahkan menyedot banyak biaya operasional yang tinggi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP