Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akuisisi Gudang Garam oleh perusahaan Jepang ancaman bagi buruh

Akuisisi Gudang Garam oleh perusahaan Jepang ancaman bagi buruh rokok kretek. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengkritik rencana akuisisi Japan Tobacco Inc terhadap dua anak perusahaan rokok PT Gudang Garam yaitu PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara. Menurutnya, langkah ini menjadi ancaman bagi pekerja di pabrik tersebut.

"Japan Tobacco Inc pasti akan melakukan mekanisasi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin yang secara ekonomi lebih efisien. Satu mesin bisa menggantikan minimal 900 tenaga manusia," kata Tulus dikutip Antara, Senin (8/8).

Tulus mengatakan, hal serupa juga terjadi pada PT HM Sampoerna setelah diakuisisi oleh Philip Morris Internasional. Padahal, PT HM Sampoerna sempat menjanjikan tidak akan melakukan mekanisasi. "Namun, fakta berkata lain. Dalam jangka pendek akan ada rasionalisasi tenaga kerja manusia digantikan mesin dengan melakukan pemutusan hubungan kerja massal setelah diakuisisi," tuturnya.

Hal itu, kata Tulus, akan berimbas pada penambahan angka pengangguran yang pada akhirnya adalah peningkatan angka kemiskinan.

Tulus menduga, aksi korporasi tersebut oleh sebagian kalangan akan dianggap sebagai hal yang positif dari sisi ekonomi dan investasi. Hal tersebut juga dianggap sebagai prestasi bahwa situasi dan kondisi investasi di Indonesia semakin kondusif dan akan semakin menggerakkan sektor riil.

"Padahal, jika dicermati secara mendalam, hal itu justru akan menimbulkan potensi bencana ekonomi dan sosial bagi Indonesia, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang," ujarnya.

Sebelumnya, Japan Tobacco Inc mengakuisisi atau membeli seluruh saham PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara seharga USD 677 juta atau setara dengan Rp 9 triliun.

PT Karyadibya Mahardhika (KDM) sendiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam produksi rokok di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pertama kali pada tahun 2007. Beberapa rokok produksi KDM antara lain Apache, Absolute Mild, Absolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna International, Minna Barokah, Barokah Rejeki, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian produk lainnya.

Sedangkan PT Surya Mustika Nusantara sendiri merupakan perusahaan penjualan dan distribusi yang memasarkan rokok/cigarette brand Apache dan Extreme hasil produksi PT Karya Dibya Mahardika (KDM).

Japan Tobacco Inc dalam pengumumannya mengatakan, nilai kesepakatan dua perusahaan ini mencapai USD 1 miliar, termasuk utang kedua perusahaan. Selain Indonesia, Japan Tobacco juga tengah dalam proses membeli aset pabrik rokok Filipina yaitu Filipina Mighty Corp Ltd.

Transaksi jual beli ditarget akan selesai pada Oktober-Desember mendatang. Pihak Japan Tobacco masih menunggu dan mengikuti peraturan yang berlaku. "Kesepakatan ini akan memberi skala dan kehadiran Grup JT di tingkat nasional di pasar kretek Indonesia," kata Japan Tobacco.

Pasar rokok Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah China dengan jumlah 316,1 miliar batang terjual tahun lalu.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP