Akuisisi BTN masih diagendakan di rapat pemegang saham Mandiri
Merdeka.com - Rencana akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri sudah dibatalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan alasan mendekati masa Pilpres dan isunya meresahkan masyarakat luas. SBY melalui Sekretaris Kabinet Dipo Alam sudah melayang SE kepada seluruh menteri agar tidak membuat kebijakan strategis menjelang Pilpres.
Rencana akuisisi tersebut sudah terlanjur diagendakan dalam RUPSLB Bank Mandiri yang digelar 21 Mei 2014. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, agenda akuisisi BTN masih terjadwal dalam RUPSLB.
"Iya masih ada. nanti ada dua agenda," ujar Budi usai mengikuti pelantikan ketua BPK di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI, Cempaka Putih Timur, Jakarta, Senin (28/4)
Budi hanya bisa pasrah jika rencana yang sudah ada kajiannya sejak era Menteri BUMN Tanri Abeng itu dibatalkan. Pihaknya hanya bisa mengikuti keputusan pemerintah.
"Kita sih nurut sama pemegang saham saja arahannya. Pemerintah sudah seperti itu. Kita mematuhi pemerintah. Selanjutnya kita akan fokus pada bagaimana mempersiapkan Mandiri di ASEAN Community nanti," jelasnya.
Sebenarnya, kata dia, persoalan akuisisi BTN hanya perkara waktu untuk eksekusi. Sementara untuk kajiannya, kata dia, sudah dilakukan pemegang saham.
"Kalau itu masalah timing ya? Kajian itu kan melihat penting atau tidaknya, bukan timingnya. Kalau Penting dan tidaknya saya rasa sama penting cuma masalah timing eksekusinya yang perlu diperhatikan," jelasnya.
Terlepas dari itu, posisi Bank Mandiri dalam hal akuisisi BTN hanya sebagai pelaksana dan eksekutor pemegang saham.
"Ya kalau kita nurut apa kata menteri. Kalau keputusan itu minta tunda ya tunda. Kalau dijalankan ya dijalankan. Kita tunggu beliau. Ini bukan inisiatif dari Bank Mandiri. Ini inisiatif pemegang saham. Kita sebagai eksekutif suruh jalan kita jalan. Suruh stop ya kita stop,"tegasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya