Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aksi bagi-bagi duit Jokowi dituding cuma cari muka naikkan citra

Aksi bagi-bagi duit Jokowi dituding cuma cari muka naikkan citra Presiden Jokowi di Sail Tomini 2015. ©2015 merdeka.com/Laurencius Simanjuntak

Merdeka.com - Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai sikap Presiden Joko Widodo membagi-bagikan sejumlah uang, beras dan buku kepada warga merupakan tindakan tidak tepat. Langkah ini dinilainya hanya sebagai untuk menaikkan citra mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Jokowi bagi-bagikan uang, buku sampai beras itu merupakan keputusan apaan, tidak ada cara lain hanya untuk menaikkan citra," ujarnya saat acara 'Forum Senator untuk Rakyat, Orang Miskin Bertambah Banyak' di Restoran Dua Nyonya Cikini, Jakarta, Minggu (27/9).

Menurutnya, sikap Jokowi itu juga tidak mencerminkan untuk memecahkan solusi kemiskinan. "Bukan solusi kemiskinan, seharusnya Jokowi melakukan melalui instrumen negara," jelas dia.

Sementara pada kesempatan sama, Rektor Paramadina Firmanzah menambahkan pemerintah Kabinet Kerja hanya fokus meningkatkan infrastruktur, justru melupakan pengentasan kemiskinan.

"Pemerintah masih fokus infrastruktur bukan berarti tidak penting tetapi sifatnya jangka pendek, yang harus diperhatikan contoh pengentasan kemiskinan," ungkapnya.

Mantan staf khusus bidang ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengharapkan, pemerintah perlu menambah variasi rencana penanggulangan kemiskinan. Terlebih saat ini perekonomian tengah melambat sehingga berpotensi membuat rakyat miskin meningkat. "Pemerintah belum memberitahukan solusi pengentasan kemiskinan," tambah dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra juga mengkritik Presiden Joko Widodo yang kerap bagi-bagi sembako dan blusukan. Menurut dia, ada banyak persoalan yang harus diselesaikan, terutama sektor ekonomi.

"Jangan jadi presiden kalau hanya datang bagi-bagi beras 5 kilogram," tegas Yusril.

Ketika terjadi seperti sekarang, lanjut Yusril, ekonomi mengalami perlambatan, paceklik, dolar naik, tambang tak bisa dibuka dan presiden datang terus bagi-bagi sembako. "Munculnya di saat dia membutuhkan rakyat saja, itu tidak menyelesaikan masalah, harus ada kebijakan yang bisa menyelesaikan masalah ini," katanya.

"Kemarau masih akan berlanjut, paceklik akan pasti terjadi di daerah, stok pangan berkurang, keadaan akan begitu, kan harus ada solusi," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo memang terpantau sering membagi-bagikan uang kepada warga. Kebiasaan tersebut dilakukan ketika Jokowi pergi ke daerah. Terkadang 'bunga-bunga' pemberian tersebut diberikan Jokowi dalam amplop.

Catatan merdeka.com, Jokowi bagi-bagi uang ke warga saat blusukan atau kunjungan kerja, termasuk meninjau korban bencana. Tidak cuma itu, Jokowi juga bagi-bagi uang saat pergi bersama keluarga di luar urusan negara.

Bahkan di beberapa daerah, Jokowi dibantu anaknya membagikan amplop berisi uang.

Nominal uang yang diberikan Jokowi pun bervariasi. Yang paling sering adalah Rp 100 ribu. Bahkan pernah presiden memberi hingga Rp 500 ribu per kepala keluarga korban letusan Gunung Sinabung beberapa waktu lalu.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP