Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat semburan lumpur Sidoarjo, Blok Brantas tak diminati

Akibat semburan lumpur Sidoarjo, Blok Brantas tak diminati Lapindo kelola kembali Blok Brantas pada 2020. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - PT Lapindo Brantas kembali menjadi operator sekaligus kontraktor Wilayah Kerja (WK) atau Blok Brantas di Kawasan Sidoarjo, Jawa Timur. Lapindo menjadi satu-satunya perseroan yang mengajukan penawaran untuk dapat kembali mengelola Blok Brantas.

"Yang lain tidak mengajukan, takut nanti kacau. Lapindo satu-satunya yang kita terima mau lanjutkan. Yang lain tidak berani karena kasus lumpur Lapindo," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, saat ditemui seusai penandatanganan kontrak Blok Brantas di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/8).

Seperti diketahui, semburan lumpur Sidoarjo akibat pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas pada 12 tahun silam sempat menggegerkan publik nasional. Djoko Siswanto menilai kasus tersebut menyisakan kekhawatiran bagi pihak kontraktor, sehingga tak berani mengajukan penawaran kelola Blok Brantas.

"Ya tidak ada, tidak ada yang berani. Kalau meledug lagi gimana?," kata dia.

Adapun dengan penandatanganan kontrak baru ini, Lapindo akan kembali menjadi perusahaan eksisting sebagai pengelola Blok Brantas untuk 20 tahun ke depan. Masa kontraknya sendiri akan berakhir pada 22 April 2020 mendatang.

Djoko Siswanto menyampaikan, kasus lumpur Sidoarjo itu memang masuk ke dalam pertimbangan Kementerian ESDM untuk memilih pihak kontraktor. Tapi, dia memastikan, masalah itu telah dilalui sehingga Lapindo Brantas dapat mulai bekerja secara aman.

"Sudah safe, sekarang sudah aman. Memang itu jadi pertimbangan, tapi kan sekarang sudah aman. Sudah ngebor lagi, kerja lagi, sudah tidak ada kecelakaan," urainya.

"Sayang ada produksi buat masyarakat situ, bisa buat jargas dan penerimaan negara juga," dia menambahkan.

Djoko pun menyatakan, masyarakat dan pemerintah daerah setempat sudah merestui langkah Lapindo untuk kembali menjadi penguasa di Blok Brantas. "Kalau ditolak kan kita tidak approve. Kan kita minta approve dari pemerintah daerah sana juga," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP