Akibat hujan, harga beras petani alami penurunan
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan 1.305 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Februari 2017. Didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 57,62 persen, gabah kualitas rendah 32,57 persen persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,81 persen.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 4.639 per kilogram, turun 2,41 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan, di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.731 per kilogram, turun 2,34 persen dibanding harga gabah kualitas yang sama di Januari 2017.
"Turunnya harga ini di sebabkan musim panen raya cuaca kurang mendukung," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (1/3).
Rata-rata harga GKG di petani Rp 5.525 per kg, turun 0,23 persen dibanding Januari 2017 Sedangkan di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.621 per kg, turun 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sedangkan harga gabah kualitas rendah di tingkat petani sebesar Rp 3.803 per kg, turun 9,98 persen dibanding Januari 2017. Sementara di tingkat penggilingan sebesar Rp 3.880 per kg, turun 10,33 persen.
Kemudian, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 9.408 per kg turun sebesar 0,24 persen. Rata-rata harga beras kualitas mediun di penggilingan senesar Rp 9.048 per kg turun 0,57 persen. Sedang rata-rata harga beras kualitas rendah di pinggilingan sebesar Rp 8.584 per kg turun 0,99 persen.
"Untuk rata-rata harga beras di penggilingan pada februari untuk kualitas premiun turun 3,85 persen, kualitas mediun turun 5,97 persen dan kualitas rendah turun 6,64 persen," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya