Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat Covid-19, Bulan April Pendapatan Blue Bird Anjlok 70 Persen

Akibat Covid-19, Bulan April Pendapatan Blue Bird Anjlok 70 Persen Taksi Blue Bird di Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. Noni Purnomo mengatakan, Pandemi Covid-19 membuat bisnis taksi anjlok. Pendapatan di bulan April 2020 turun 70 persen.

"Bisnis kita April turun 70 persen," kata Noni dalam diskusi Woman Virtual Live Event bertajuk: Save, Spen or Inves?, Jakarta, Rabu (25/11).

Pendapatan yang turun drastis tersebut pun harus diatur untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Setidaknya perusahaan berlogo gambar burung biru tersebut memiliki 200 ribu pengemudi.

"Tanggung jawab saya ibu ada 200 ribu keluarga bukan diri sendiri tapi kemampuan kita terbatas," imbuhnya.

Dalam keterbatasan pendapatan tersebut dia harus mengatur pendapatan perusahaan agar bisnisnya tak gulung tikar. Maka kesehatan menjadi pilihan investasi Blue Bird yang utama.

Noni ingin memastikan para pengemudi taksi birunya terjamin secara kesehatan. Tak lupa bantuan kepada keluarga pengemudi diberikan. "Investasi kita fokus menjaga kesehatan dan menjaga pengemudi dan keluarga bisa bertahan hidup, ini tantangan," ungkap Noni.

Blue Bird juga melakukan investasi jangka panjang. Investasi ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan perusahaan digital untuk mencari pelanggan, antara lain Traveloka, Gojek dan lainnya.

Pihaknya juga melakukan investasi untuk multi payment di aplikasi My Blue Bird. Blue Bird juga menambahkan layanan jasa seperti mengirimkan barang, makanan, kue dan sebagainya tanpa perlu ada penumpang di dalam kendaraan.

"Kita berusaha mencari mana yang bisa kita lakukan agar bisa bangkit sekarang dan untuk masa depan," kata dia.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP