Akhir bulan ini, Pertamina resmi miliki dua blok migas di Iran
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) memastikan akan segera mengakuisisi dua blok minyak dan gas (migas) di Iran. Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian pendahuluan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Iran (government to government/G to G).
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan proses ini akan dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada pekan depan dengan national oil company (NOC) Iran.
"Tadi baru dapat kabar mungkin tanggal 27 (penandatanganan MoU), kita signing bukan signing blok ya, tapi signing MoU. Baru setelah itu kita bikin CA dan segala macam, baru bisa akses datanya dan evaluasi," ujar Syamsu di Hotel Kempinsky, Jakarta, Selasa (19/7).
Namun, Syamsu masih enggan membocorkan nama dua blok migas yang diincar perseroan tersebut. Hanya saja, dari data sekunder yang dimiliki Pertamina, total cadangan dua blok migas tersebut mencapai 3 miliar barel.
"Mungkin cadangannya, original oil base nya dari data sekunder mungkin dari dua lapangan itu sekitar 3 miliar cadangan in place. Totalnya ya. Nanti kan kita baru bisa menghitung berapa yang kita ambil, recoverynya berapa," jelasnya.
Selain itu, Pertamina juga berencana mencaplok perusahaan migas di Afrika. Rencananya, proses akuisisi akan segera dilaksanakan tahun ini.
"Ada aset lain di luar itu. Afrika. Cadangan belum bisa kita bilangin. Mungkin enggak level aset yang kita ambil, tapi level company. Jadi lewat perusahaannya kita ambil. Jadi nanti kan kita punya beberapa aset di mana-mana," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya