Akhir April, pemerintah teken dokumen pencairan utang kereta cepat
Merdeka.com - Pemerintah memastikan kesepakatan pencairan dana pinjaman kereta cepat Jakarta-Bandung dengan China Development Bank (CDB) bisa tercapai selambatnya akhir bulan ini. Seperti sudah diungkapkan sebelumnya, CDB berkomitmen menyalurkan pembiayaan sekitar 70 persen dari total investasi kereta cepata yang diperkirakan mencapai USD 5,1 miliar.
Sebanyak 60 persen pembiayaan disalurkan dalam denominasi dolar Amerika Serikat dengan bunga 2 persen. Sisanya, 40 persen dalam renminbi dengan bunga 3,5 persen.
"Finalisasi dari agreement financial closing itu kami harapkan sebelum akhir April 2016," kata Rini di kantornya, Jakarta, Jumat (15/4).
Menurut Rini realisasi pencairan utang dilakukan bertahap. Itu mengikuti perkembangan proyek.
"Kalau tandatangan untuk keseluruhan utang. Tapi kalau disbursement-nya dihubungkan dengan konstruksi.
Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan menambahkan, komposisi pendanaan kereta cepat sebesar 70:30. Dimana 70 persen berasal dari pinjaman CDB. Sedangkan 30 persen sisanya berasal dari ekuitas PT Kereta Cepat Indonesia China.
"Loan-nya seluruhnya dari CDB."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya