Akhir 2016, LPS berharap perbankan nasional membaik
Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai perbankan dalam negeri mengalami perlambatan pada semester I-2016.
"Ya agak melambat permintaan memang melambat dan juga dunia melambat karena faktornya baik dari dalam dan luar. Harapannya sampai akhir tahun akan ada pembalikan, sudah tidak turun lagi ke bawah," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah saat Open House di kediaman Ketua OJK Muliaman D. Hadad, Jakarta, Kamis (7/7).
Menurutnya, perbankan di dalam negeri memiliki kapitalisasi yang baik. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di kisaran 20 persen.
Kemudian, memiliki secondary reserve minimal 8 persen, dan giro wajib minumum (GWM) 8 persen.
"Sehingga total dari dua itu saja ada 16 persen. Perbankan memang tidak ingin ruang likuiditasnya sedikit agar bebas melakukan manuver."
Pemberlakukan pengampunan pajak, kata Halim, dapat mendorong likuiditas perbankan.
"Tentu kalau ada yang masuk ke Indonesia misalnya berupa surat-surat berharga. Jadi likuditas perbankan kita secara keseluruhan akan naik kalau ada capital inflow," ungkapnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya