Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Airlangga pastikan pengelola kawasan industri Teluk Bintuni dapat tax holiday

Airlangga pastikan pengelola kawasan industri Teluk Bintuni dapat tax holiday Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto. ©2017 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan guna menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri Teluk Bintuni, maka pihaknya akan memberikan fasilitas Tax Holiday.

"Siapapun yang invest di teluk Bintuni, pasti, dijamin dapat tax holiday. Lamanya berapa, kami bisa bicara dengan Kementerian keuangan. Jadi kami akan dorong ini menjadi proyek yang visible," kata dia, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (24/9).

Dia menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, untuk mendukung proses bisnis di Teluk Bintuni. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan badan layanan umum (BLU) untuk memfasilitasi investor dalam mengakses pinjaman modal.Airlangga menyebutkan, total investasi untuk masing-masing industri sekitar USD 700 juta.

"Mempersiapkan sejenis BLU agar investor ini mendapat pinjaman. Untuk pengembangan project. (Investasi) bervariasi karena total investasi beragam, tergantung jenis (industri). Bikin pabrik pupuk tidak sama dengan metanol. Kita serahkan ke investornya. Tapi range-nya di atas USD 700 juta,"ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pengembangan Teluk Bintuni akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau lazim disebut Public Private Partnership (PPP).

Dukungan pemerintah juga akan tampak berupa pemberian VGF (Viability Gap Fund). Hal ini dikarenakan kawasan Teluk Bintuni belum terlalu menarik bagi investor meskipun menyimpan potensi yang sangat besar.

"Oleh karena itu, karena nggak visible itu kita pakai skema KPBU Pemerintah bisa chip in sampai 49 persen. VGF tadi," jelas dia.

Sejauh ini, sudah banyak investor dari berbagai negara tetangga yang berminat. Pemerintah, lanjut dia, akan menyeleksi proposal masing-masing investor untuk menentukan pengelola kawasan industri petrokimia Teluk Bintuni.

"Tertarik dari Jepang, ada dari Korea. Terbuka untuk semua," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP