Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Airlangga Beberkan Tantangan Implementasi Kendaraan Ramah Lingkungan di Indonesia

Airlangga Beberkan Tantangan Implementasi Kendaraan Ramah Lingkungan di Indonesia Menperin Airlangga. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam rangka memperkenalkan program kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat. Salah satunya terkait penerimaan masyarakat terhadap kendaraan electrified vehicle.

"Kenyamanan berkendara, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi," kata Airlangga dalam acara IIMS 2019, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/4).

Selain itu, tantangan juga terdapat pada dukungan kebijakan baik fiskal maupun non-fiskal agar kendaraan electrified vehicle dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi

"Untuk menghadapi tantangan tersebut di atas, kami menyusun beberapa strategi untuk mendukung pengembangan LCEV, diantaranya dukungan insentif fiskal berupa Tax Holiday/ Mini Tax Holiday untuk Industri Komponen Utama seperti Industri Baterai, Industri Motor Listrik (Magnet dan Kumparan Motor)," ujarnya.

Solusi selanjutnya adalah usulan Income tax deductions sampai dengan 300 persen untuk industri yang melakukan aktifitas reasearch and development (R&D). Kemudian usulan Harmonisasi PPNBM melalui revisi PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor.

Selanjutnya, mempercepat penerapan standar teknis terkait LCEV. Usulan pengaturan khusus terkait Bea Masuk dan Perpajakan lainnya termasuk Pajak Daerah untuk mempercepat industri kendaraan listrik (Electrified Vehicle) di Indonesia.

"Serta ekstensifikasi pasar ekspor baru melalui negosiasi kerjasama PTA (Preferential Tariff Agrement) dengan negara yang memiliki demand tinggi untuk kendaraan bermotor," ujarnya.

Di samping itu, kebijakan pengembangan LCEV juga didukung oleh pihak perbankan nasional, di antaranya PT Bank BRI menjadi bank nasional pertama yang meluncurkan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk pembiayaaan electrified vehicle pada tanggal 15 April 2019 di Jakarta.

"Dengan tingkat suku bunga sebesar 3,8 persen per tahun dengan tenor sampai dengan 6 tahun diharapkan masyarakat dapat mulai beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sekaligus mendukung terciptanya ketahanan energi nasional," tutupnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP