Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Airlangga Beberkan Peranan Industri Sawit Pulihkan Ekonomi

Airlangga Beberkan Peranan Industri Sawit Pulihkan Ekonomi Kelapa Sawit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu komoditas pertanian yang mampu bertahan saat pandemi covid-19 adalah industri kelapa sawit. Hal itu terbukti dari kontribusinya terhadap PDB mencapai 3,5 persen.

"Salah satu Komoditas pertanian yang mampu bertahan di dalam pandemi covid-19 ini adalah kelapa sawit di mana industri kelapa sawit yang mempekerjakan 16,2 juta mempunyai capaian ekspor yang luar biasa, sampai dengan bulan Oktober kemarin," kata Airlangga dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia, Rabu (17/11).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Indonesia pada bulan Oktober 2021 mencapai USD 22,03 miliar. Dan secara nasional kontribusi kelapa sawit sebesar 15,6 persen dari total ekspor non migas dan terhadap PDB adalah 3,5 persen.

Lebih lanjut, dalam 2 tahun ini pandemi covid-19 telah berdampak terhadap perekonomian, dan sosial. Namun, dia melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke-II dan ke-III sudah masuk di jalur positif yaitu 7,07 persen (kuartal II) dan 3,51 persen (kuartal III).

Tentunya capaian tersebut tidak lepas dari upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan dan pemulihan ekonomi nasional dengan kebijakan yang didorong oleh Presiden Joko Widodo yakni kebijakan gas dan rem.

Selain itu, industri sawit juga ikut andil dalam upaya pemulihan ekonomi nasional yaitu sawit juga mendorong kemandirian energi, mengurangi emisi gas dan mengurangi impor daripada solar atau diesel sebesar Rp 38 triliun di tahun 2020, dan tahun ini diperkirakan penghematan devisanya dengan program B30 sebesar Rp 56 triliun.

"Program mandatori biodiesel B30 juga mendorong stabilitas harga sawit dan sawit masuk dalam Super Cycle dengan harga sebesar USD 1.283 per ton, dan sawit juga memberikan nilai tukar kepada petani dengan harga TBS yang juga relatif paling tinggi selama periode ini antara 2.800 sampai dengan 3000 per TBS," ujarnya.

Dia menegaskan, peran riset dan teknologi menjadi sangat penting dan meningkatkan posisi tawar (bargaining position) suatu negara dan sektor sawit dengan didukung peningkatan penelitian pengembangan perlu untuk terus didorong, agar perkebunan sawit mempunyai daya saing dan menjaga kelestarian lingkungan.

Perbaikan

airlangga beberkan peranan industri sawit pulihkan ekonomiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tentunya diperlukan proses perbaikan yang terus-menerus terutama dari hulu mulai dari perbaikan benih atau varietas, pupuk, alat mesin, budaya, dan cara-cara teknik panen sampai dengan Hilir pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, memperluas pasar serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

"Pengembangan ini tentu membutuhkan kerjasama antar lembaga baik dari pemerintah, industri, serta stakeholder terkait," jelasnya.

Dia berharap, riset dari sawit bisa menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu pertama, aspek penguatan, aspek pengembangan dan aspek peningkatan pemberdayaan industri sawit yang Sinergi baik dari hulu maupun ke hilir.

Kedua, terkait dengan konsilidasi data, produktivitas, peningkatan kapasitas maupun teknologi di pabrik kelapa sawit dan pemberdayaan dari petani sawit. Ketiga, tentunya pengembangan domestik market dengan penggunaan BBM nabati dan tentunya juga perlu riset pengembangan biodiesel B100 .

"Kemarin juga pengembangan untuk avtur, dan juga tentunya pengembangan dari B30 ke B40 bahkan sampai B50. Riset ini harus terus dilakukan agar sawit ini bisa terus memberikan nilai tambah dan hilirnya tentu perlu juga ditingkatkan untuk Oleo-chemical biodiesel, oleo-pangan, biofuel maupun pengembangan biogas," ujarnya.

Airlangga menegaskan bahwa komoditas pertanian termasuk sawit penting untuk pembangunan berkelanjutan terutama mempromosikan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan berkontribusi kepada ketahanan pangan, itigasi perubahan iklim dan peningkatan mata pencaharian dari pada petani.

Dengan demikian, riset dan pengembangan harus terus dilakukan guna mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan dan berdampak besar serta berkesinambungan.

"Kami melakukan apresiasi apa yang dilakukan oleh BPDPKS dengan berbagai kerjasama dengan pemerintah maupun swasta serta partisipasi para akademisi, terutama agar mendukung BPDPKS terus menjaga budaya penelitian sehingga inovasi teknologi baru dibidang sawit bisa terus dikembangkan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP