Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Airlangga akui produksi metanol dalam negeri masih minim

Airlangga akui produksi metanol dalam negeri masih minim Menperin Airlangga Hartarto. ©2017 merdeka.com/wilfridus

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengakui bahwa produksi metanol dalam negeri masih sangat minim. Hal ini berbanding terbalik dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri.

Dia mengatakan, kebutuhan metanol di Indonesia pada tahun 2021 diprediksi mencapai 871 ribu ton per tahun sedangkan produsen satu-satunya saat ini di Indonesia adalah PT. Kaltim Methanol Indonesia baru mampu mensuplai 330 ribu ton kebutuhan domestik.

Karena itu, pihaknya terus mendorong upaya pengembangan industri dan kawasan industri Petrokimia di Indonesia. Salah satunya di Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Masuknya proyek Pengembangan Kawasan Industri Teluk Bintuni sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional pemerintah berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di Kawasan Timur Indonesia dan pulau-pulau terluar, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional," kata dia, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (24/9).

Selain mengenai kebutuhan dalam negeri, pengembangan industri petrokimia pun mempertimbangkan potensi metanol untuk dijadikan sebagai produk turunan seperti Polietilen/Polipropilen, Dimetil Eter (DME), MTBE dan lain-lain.

Pabrik petrokimia yang akan berada di Kawasan Industri Teluk Bintuni nantinya akan menjadi salah satu sumber penghasilan Kawasan Industri dan menjadi anchor pertumbuhan pabrik-pabrik downstream lainnya.

"Oleh karena itu, pemilihan pabrik yang akan menjadi anchor ini menjadi penting," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP