AirAsia batal akuisisi Batavia Air karena utang?
Merdeka.com - Batalnya akuisisi Batavia Air oleh AirAsia masih belum diungkapkan secara resmi oleh kedua belah pihak. Namun, analisis penyebab batalnya transaksi tersebut telah beredar.
Menurut kajian dari OSK Research Sdn Bhd seperti yang dilansir dari Borneo Post, terdapat dugaan bahwa batalnya langkah AirAsia ini disebabkan Batavia Air yang mempunyai utang menumpuk. Selain itu, armada maskapai tersebut disinyalir sudah tua dan harus diperbaharui.
OSK Research mengungkapkan, mulanya AirAsia ingin mengakuisisi maskapai Indonesia untuk meningkatkan pemasaran di bidang pemesanan tiket melalui agen. "Namun, Batavia Air adalah perusahaan yang 'sakit' dengan utang USD 40 juta (Rp 384,6 miliar). Hal ini tidak masuk akal untuk AirAsia karena menambah risiko dengan adanya utang tersebut. Ditambah, armada maskapai tersebut juga sudah menua," papar OSK Research dalam laporannya.
Sementara itu, lembaga penelitian lain, RHB Research Institute, berpendapat bahwa sejak awal tidak tertarik dengan transaksi tersebut lantaran ada semacam jebakan yang akan berpotensi meningkatkan biaya restrukturisasi di tubuh AirAsia. "Hal itu disebabkan maskapai Batavia Air B737 boros bahan bakar karena armada yang sudah tua. Itu akan membuat biaya pengelolaan berdarah-darah," papar RHB Research Institute seperti yang dilansir dari Borneo Post, Sabtu (13/10).
Dengan begitu, lembaga penelitian tersebut sudah tidak kaget lagi jika AirAsia membatalkan akuisisi Batavia Air. AirAsia diperkirakan akan memilih pertumbuhan organik untuk menguasai pasar Indonesia. Pertumbuhan ini dicapai dengan meningkatkan belanja dan penjualan.
Sementara itu, konferensi pers mengenai AirAsia batal mengakuisisi Batavia Air baru akan dilakukan Senin (15/10) nanti. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya