Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agus Marto yakin eksekusi mati tak merugikan ekonomi RI

Agus Marto yakin eksekusi mati tak merugikan ekonomi RI Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini eksekusi mati terpidana narkoba sudah dua kali dilakukan pemerintah tak berdampak negatif pada perekonomian Indonesia.

"Saya tidak kuatir. Malah sekarang secara umum banyak yang masih mengharapkan surat berharga Indonesia," kata Agus saat ditemui di musyawarah rencana pembangunan nasional (musrenbangnas), Jakarta, Rabu (29/4).

Dinihari tadi, pemerintah telah menjalankan eksekusi mati gelombang kedua terhadap delapan terpidana narkoba. Itu diduga menjadi salah satu efek melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini sebesar 136,59 poin atau 2,6 persen menjadi 5.105,56.

Namun, menurut Agus, pelemahan itu akibat dari kinerja perusahaan publik pada kuartal satu tahun ini tak lebih baik ketimbang tahun lalu.

"Kalau di pasar modal ada koreksi, itu sesuatu yg wajar dan itu reaksi atas perusahaan yang tumbuh berkembang dalam beberapa tahun (tapi) sekarang ada koreksi."

Secara umum, kata Agus, kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik. Itu terlihat dari neraca perdagangan surplus dan defisit transaksi berjalan lebih sehat di level 2,8 persen GDP

"Bahwa kinerja perusahaan publik agak menurun itu dalam banyak hal karena menurunnya harga komoditi, dan melemahnya ekonomi dunia, khususnya china," katanya. "Tapi secara umum kami optimistis ekonomi Indonesia membaik dan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP