Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agar tahan krisis, kebijakan moneter dan fiskal harus seimbang

Agar tahan krisis, kebijakan moneter dan fiskal harus seimbang Boediono naik kereta. ©2014 Merdeka.com/Putri Artika R

Merdeka.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Boediono mengatakan perekonomian di Indonesia harus seimbang dalam menghadapi krisis tantangan kedepan. Apabila ekonomi struktur negara tidak seimbang maka akan mudah digoyangkan.

"Ekonomi kita harus makin seimbang agar tidak mudah digoyangkan, dan buatlah ekonomi di Indonesia dengan konstruksi ekonomi yang seimbang," ujarnya pada Seminar Nasional Tantangan Pengelolaan APBN dari Masa ke Masa, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/11).

Menurutnya, kebijakan moneter dan fiskal harus tepat dalam menghadapi krisis ekonomi dan perlu dilakukan dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Namun, lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

"Kebijakan moneter dan fiskal dalam arti APBN jangan sampai defisit melebihi," tandasnya.

Dalam menghadapi krisis ekonomi, nantinya harus ada aturan jelas bagi instansi yang bertugas untuk mengatasi krisis keuangan. Boediono berharap, ke depan pemerintah harus memiliki koordinasi pada saat krisis dan mekanisme atasi krisis ekonomi.

"Kementerian Keuangan, OJK dan instansi lainnya harus koordinasi dalam keadaan krisis. Karena koordinasi semakin sulit dalam keadaan kritis," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP