Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Afsel nyatakan minat kerja sama di bidang penerbangan dan kereta api

Afsel nyatakan minat kerja sama di bidang penerbangan dan kereta api Ilustrasi Transportasi Umum. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedeleyihlekisa Zuma di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/3). Keduanya melakukan pertemuan bilateral guna membahas kerjasama antara dua negara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah kerja sama di bidang transportasi udara dan perkeretaapian.

"Saya mendapat kehormatan untuk melepas kepulangan Presiden Afsel usai menghadiri perhelatan IORA kemarin. Presiden dan delegasi Afsel menyatakan senang berkunjung ke Indonesia dan mengapresiasi pemerintah Indonesia. Beberapa hal yang akan kita jajaki dengan Afsel adalah kerjasama bidang penerbangan, dan perkeretaapian di Kalimantan," kata Budi melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/3).

Dia menambahkan, saat ini sudah ada perusahaan dari Afsel yang tertarik untuk berinvestasi membangun perkeretaapian di Kalimantan untuk angkutan batu bara. Meski begitu, pihaknya masih akan mengkaji lebih dalam mengenai kerja sama tersebut dan membahas secara detail perjanjian atau MoU dengan Afsel.

"Di Afsel itu bidang pertambangannya juga sudah maju. Jadi nanti akan ada satu perusahaan di sana yang akan ketemu untuk membahas kerjasama angkutan KA batu bara di Kalimantan," imbuhnya.

Sementara di sektor udara, Budi menjelaskan pemerintah Indonesia akan melakukan peningkatan kerjasama di bidang penerbangan dengan Afsel. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi agar Indonesia bisa menjadi hub Afsel ke negara-negara Asia, sebaliknya Indonesia akan menjadikan Afsel sebagai hub Indonesia ke negara-negara Afrika.

Sebagai informasi, kerjasama Indonesia dengan Afsel khususnya di sektor transportasi udara sudah dimulai sejak tahun 1997. Pada tahun itu telah dilakukan penandatangan perjanjian induk pembukaan hubungan udara kedua negara.

Berlanjut pada tahun 2013, kedua negara melakukan penandatangan MoU terkait pengaturan hak-hak angkutan udara. Isi dari MoU tersebut yaitu membuka rute penerbangan Indonesia-Afrika dengan frekuensi 7x seminggu.

Kedua negara sepakat membuka seluruh akses penerbangan melalui bandara-bandara Internasional yang ada. Afsel sendiri memiliki tiga bandara Internasional utama yaitu, Bandara Internasional Cape Town, Bandara Internasional Tambo (Johannesburg), dan Bandara Internasional Durban.

Namun demikian sampai saat ini belum ada maskapai penerbangan yang melayani penerbangan antar kedua negara, baik itu dari maskapai nasional maupun maskapai Afsel.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP