Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Afkir dini unggas jadi solusi selamatkan peternak

Afkir dini unggas jadi solusi selamatkan peternak Peternak ayam. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Para peternak ayam membantah tudingan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang menyebut telah terjadi kartel antara 12 perusahaan perunggasan nasional. Gonjang ganjing harga daging ayam yang terjadi saat ini, murni disebabkan karena over suplai ayam sehingga upaya afkir dini yang direncanakan pemerintah seharusnya dilanjutkan untuk segera menyelamatkan nasib peternak mandiri.

Peternak rakyat mandiri asal Bogor, Jawa Barat, Kadma Wijaya mengatakan meroketnya harga ayam saat ini murni merupakan membanjirnya suplai ke pasaran, sehingga harga live bird (LB) yang dialami peternak sangat rendah. Pemerintah ujar dia harus segera mengambil tindakan salah satunya dengan melanjutkan upaya afkir dini, agar nasib peternak mandiri yang saat ini tengah merugi segera diselamatkan.

"Kesepakatan afkir ini sudah sejak lama kami minta, kami bersama tim ad hoc sudah membuat tiga fase, langkah pertama dua juta sudah jalan, awalnya 10 juta namun karena banyak penolakan akhirnya disepakati enam juta, awalnya Januari sudah tahap ketiga, Jadi awalnya Oktober-November tahap pertama, lanjutkan Desember tahap kedua, akhir januari sudah tahap tiga di atas 50 persen, namun ini akhirnya dihentikan karena rekomendasi KPPU tadi," ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Pengamat ekonomi pertanian Indef, Bustanul Arifin mengatakan memburuknya perunggasan saat ini merupakan bukti kelambanan pemerintah dalam merespon keluhan yang disampaikan peternak dan dunia usaha.

"Lanjutkan saja afkir dini itu, sebab tidak ada solusi, kalau tidak dilanjutkan ini korban politik, kalau tidak (afkir) siapa yang berani jamin peternak bertahan," kata dia.

Mengungkap dugaan adanya kartel di lapangan, guru besar pertanian Universitas Lampung ini berharap, proses persidangan yang dilakukan KPPU tetap berjalan, namun pemerintah segera membuat solusi jangka pendek untuk menyelamatkan nasib peternak mandiri nasional.

"persidangan silakan lanjutkan, namun solusi harus tetap dilanjutkan, masa orang rugi tidak diberikan solusi," katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno mengatakan, proses afkir dini yang direncanakan pemerintah merupakan hasil rumusan panjang yang disampaikan kalangan peternak dan pelaku usaha sektor unggas nasional. Mereka berteriak terhadap murahnya harga jual ayam dan mendesak pemerintah untuk segera melakukan upaya menyelamatkan peternak nasional.

"Awalnya sebelum saya jadi Dirjen pertemuan sudah dilakukan belasan kali namun hasilnya dedlock, ketika saya jadi Dirjen kurang lebih ada pertemuan sekitar dua tiga kali, kemudian saya pelajari, dan kelebihan over suplai, mereka berteriak satu-satunya jalan untuk menekan itu hanya dilakukan afkir dini, saya secara teknis tidak mengerti, namun mereka semua pengusaha mengharapkan afkir dini untuk mengurangi OP, kalau saya tidak mengikuti dan itu benar ya bagaimana lagi, saya hanya menjawab keluhan peternak kecil agar terjawab," ujarnya menegaskan.

Pemerintah berharap dengan upaya itu, gonjang ganjing mengenai harga segera teratasi. "Saya sudah laporkan juga ke pak Menteri, dan itu dilakukan untuk jangka pendek, saya sudah minta kepada KPPU melanjutkan afkir dini tapi belum di bahas, sebab untuk saat ini itu (afkir) paling benar, kedua operasi pasar kita beli harga ayam yang lebih tinggi kepada peternak agar kerugiannya terkontrol, wong faktanya demikian banyak peternak yang rugi," papar dia. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP