Adhi Karya tak tertarik bangun Rusunawa di Jakarta
Merdeka.com - Kebutuhan rumah tinggal di Jakarta semakin besar. Gubernur DKI Joko Widodo tengah sibuk mendorong pembangunan rumah susun milik (rusunami) dan rumah susun sewa D9rusunawa) di beberapa daerah di wilayah ibu kota.
Di mata perusahaan konstruksi, berbisnis rumah susun sewa (rusunawa) tidak lagi menguntungkan. Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan, pembangunan rusunawa tidak menarik dari sisi bisnis. Lagi pula, menurut Kiswo, pembangunan rusunawa merupakan tugas pemerintah daerah DKI Jakarta.
"Itu mohon maaf kurang begitu menarik. Sektor perumahan susun sewa itu kewajiban pemerintah. Kita orientasinya bisnis dan kurang menarik," ucap Kiswo di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (5/12).
Kiswo mengklaim kalau pihaknya sudah membantu pemerintah menyediakan rumah untuk masyarakat. Setiap pembangunan, Adhi Karya menyediakan lahan 20 persen untuk rumah ataupun apartemen kelas bawah.
"Saya pikirkan 20 persen kita spend area kemungkinan seperti itu. Tapi tidak mungkin satu tipe," tegasnya.
Meski tidak tertarik membangun rusunawa, Kiswo menyatakan kesiapannya menjadi kontraktor pembangunan rusunawa jika diminta pemerintah.
"Tugasnya pemerintah memenuhi kewajiban warga negaranya. Kalau diundang sebagai kontraktor kita lakukan tapi kurang menarik juga dalam bisnis dan ini menghabiskan SDM kita," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya