Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Adhi Karya bentuk badan usaha supaya boleh garap monorel

Adhi Karya bentuk badan usaha supaya boleh garap monorel Peluncuran prototipe monorail buatan PT INKA di Madiun. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT. Adhi Karya Tbk sedang merevisi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) untuk memuluskan ambisi membangun monorel Jabodetabek. Sebab, Kementerian Perhubungan memberi syarat agar BUMN itu memiliki status badan usaha yang menjalankan bisnis perkeretaan.

Perusahaan pelat merah yang selama ini bergerak di bidang kontruksi ini, diketahui tengah menggarap proyek monorel Jabodetabek, jalur kereta Soekarno-Hatta, serta kereta logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kalau begitu dijalankan harus melengkapi badan usaha. Adhi Karya untuk kontruksi, nanti ditambah badan usaha perkeretaapian. Diproses minta persetujuan kementerian BUMN," ujar Cooporate Secretary Adhi Karya, Amrosi Hamidi di Jakarta, Kamis (19/12).

Menurutnya, Tahun depan ketiga proyek tersebut dapat dilaksanakan. Untuk monorail Bandara Soekarno Hatta dan Tanjung Perak akan dilaksanakan pada Maret tahun depan.

"Dimulai dari Perpres mengalir, badan usaha diproses, survei di lapangan langsung jalan," tegasnya.

Terkait rencana pembangunan monorel, Adhi Karya sebelumnya mengumumkan ingin membangun terlebih dulu jalur Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang serta Cawang-Kuningan. Perusahaan pelat merah ini berharap, monorel mereka bisa terhubung dengan proyek PT Jakarta Monorel di kawasan Green Line Sudirman-Kuningan yang dicanangkan Pemprov DKI.

Adhi Karya mulai berinvestasi membangun kawasan stasiun induk monorel di Bekasi Timur, di atas lahan seluas 12 hektare. Proyek monorel ini diperkirakan menelan dana hingga Rp 8 triliun. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP