Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik 2022 Jadi 4,2 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik 2022 Jadi 4,2 Persen pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) merevisi pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik tahun ini. ABD meramalkan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik tahun ini hanya akan tumbuh 4,2 persen dari sebelumnya akan tumbuh 4,3 persen.

"Asia dan Pasifik akan terus pulih, tetapi kondisi global yang memburuk menunjukkan bahwa momentum di kawasan ini akan melambat seiring kita menyongsong tahun baru," kata Kepala Ekonom ADB, Albert Park dalam keterangan resmi yang diterima merdeka.com, Jakarta, Kamis (15/12).

Albert membeberkan direvisinya pertumbuhan ekonomi kawasan ini karena banyaknya pengetatan kebijakan moneter di bank sentral masing-masing negara. Kemudian masih ada ya dampak invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.

Tak terkecuali kebijakan penguncian wilayah (lockdown) yang dijalankan China. Beberapa hal tersebut menjadi kontributor melambatnya pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik. "Ini telah memperlambat pemulihan kawasan Asia yang sedang berkembang," ungkapnya.

Sementara itu dari sisi tingkat inflasi, tahun ini Asia-Pasifik diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Secara tahunan inflasi kawasan akan berada di level 4,4 persen dari sebelumnya di level 4,5 persen.

Meski begitu, ADB meyakini pertumbuhan ekonomi pada 2023 kawasan Asia-Pasifik akan bangkit. Tercermin dari proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang lebih tinggi dari 2022.

ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 sebesar 4,6 persen, lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan 2022 sebesar 4,2 persen. Sementara itu terkait tingkat inflasi kawasan Asia Pasifik diproyeksikan ada di level 4,0 persen. Inflasi tahun depan akan makin terkendali dibandingkan tahun ini yang akan berada di level 4,2 persen.

"ADB menaikkan proyeksinya untuk tahun depan menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,0 persen akibat berlanjutnya tekanan inflasi dari energi dan pangan," pungkasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP