ADB sebut China jadi ancaman pertumbuhan ekonomi Indonesia
Merdeka.com - Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia terjadi secara merata di tahun ini. Namun demikian, pemerintah harus tetap mewaspadai pertumbuhan ekonomi di China.
Deputy Country Director ADB Edimon Ginting mengatakan, China menjadi tujuan utama ekspor komoditas Indonesia. Sementara, pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi akan mengalami penurunan.
"Yang perlu dilihat, negara-negara maju akan tumbuh, tetapi Tiongkok akan sedikit menurun," ujar Edimon dalam Asian Development Outlook 2014 di Intercontinental Midplaza, Jakarta, Selasa (1/4).
Edimon mengatakan China saat ini tengah melakukan perbaikan pada fondasi ekonominya. Menurut dia, hal ini dapat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tiongkok tidak baik pertumbuhan ekonominya," ungkap Edimon.
Selanjutnya, Edimon menerangkan, pertumbuhan ekonomi di China diprediksi akan sebesar 7,5 persen tahun ini. Angka tersebut menurun 0,2 persen dibanding saat 2013 sebesar 7,7 persen.
"Kalau pelemahan Tiongkok lebih lemah dari perkiraan, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan nasional," terang Edimon.
Lebih lanjut, Edimon menyarankan pemerintah perlu melakukan upaya antisipasi untuk mengurangi dampak pelemahan negara tersebut. Hal itu dapat dijalankan dengan menggenjot ekspor.
"Ekspor sebetulnya cenderung membaik. Tapi untuk lebih baik lagi, kita perlu ekspor dan investasi yang lebih besar," pungkas dia. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya