ADB: Pemulihan Ekonomi akan Berlangsung Lebih Lambat
Merdeka.com - Pemulihan ekonomi akibat pandemi sejak awal 2020 terus terjadi di berbagai negara. Namun pemulihan ekonomi tidak berlangsung secara cepat karena varian baru Covid-19 terus bermunculan.
Lalu, bagaimana outlook Indonesia dibandingkan negara berkembang lainnya?
Senior Country Economist ADB, Henry Ma mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk berbagai negara berkembang mengalami penyesuaian. Proyeksi menurun, namun pemulihan ekonomi akan terus berjalan.
"Semua proyeksi itu berkurang, menurun, perekonomian di kawasan Asia Tenggara dan Selatan tapi pemulihan ekonomi akan tetap berlangsung tapi lebih lambat," kata Henry dalam konferensi pers online, Jakarta, Rabu (22/9).
Henry mengatakan, ketidakpastian tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga diseluruh negara terutama di kawasan Asia. Segala kemungkinan harus terus diwaspadai, artinya pemulihan kesehatan saat ini masih jadi yang utama.
"Kita harus mengingat mengenai headwind tidak hanya di Indonesia tapi di kawasan Asia," jelasnya.
Dia melanjutkan, varian baru akan menghasilkan wabah yang baru. Kondisi tersebut akan berdampak pada risiko pengurangan ekonomi global. Kemudian, berita mengenai stres-stres finansial di negara-negara seperti RRC.
"Dan kemudian mengalami kontraksi di sektor layanan dan jasa akan mempengaruhi dunia. Ada peningkatan infeksi atau penularan di negara-negara maju seperti AS sehingga kita harus hati-hati di akhir tahun 2021," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya