Adaro Prediksi Harga Batubara Segera Stabil di USD 80 per Ton
Merdeka.com - Adaro Energy memprediksi harga batubara akan mencapai titik stabil, setelah mengalami penurunan pada beberapa waktu belakangan terakhir. Hal ini akibat segera terjadi pertemuan titik keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, tidak akan ada tambahan produksi batubara. Ini akibat dari pendanaan asing untuk memodali kegiatan penambangan batubara yang semakin ketat.
"Permasalahan dari sisi suplai, financing baru untuk dari bank itu susah gara-gara bank asing bisnis batubara tidak deh. Berarti kalau tidak ada financing baru, berarti suplai baru juga tidak meningkat," kata Garibaldi, di Jakarta, Kamis (16/5).
Menurut Garibaldi, kondisi tersebut akan membuat pasokan batubara di pasar stabil, sebab tidak ada pemain baru yang menambah produksi. Dengan begitu, akan berpengaruh pada harga yang stabil. Dia pun memperkirakan harga batubara akan berada dikisaran level USD 80 per ton.
"Kalau suplai tidak meningkat karena tidak ada pemain baru berarti harga stabil. Di 80-an. Sekarang di 85," tuturnya.
Garibaldi melanjutkan, untuk permintaan batubara akan mengalami kenaikan seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar dibeberapa negara Asia. Hal ini membuat stok batubara yang saat ini berlebih menjadi terserap sesuai kebutuhan.
"Beberapa tahun ke depan harusnya bertambah karena PLTU Batang jadi, Vietnam jadi, Jepang, Thailand. Dia kan butuh batubara. Saya lihat supply akan tetap akan terbatas karena financing," tandas bos Adaro tersebut.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya