Ada Varian Delta, Pemerintah Diminta Waspadai Peningkatan Angka Pengangguran
Merdeka.com - Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Andry Satrio Nugroho mengingatkan pemerintah untuk serius dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sebab, dampak dari adanya varian delta ini dikhawatirkan akan memperlebar angka pengangguran.
"Varian delta sebetulnya yang membawa ekonomi kita terpruruk dari sisi industri kewalahan dari sini, kalau tidak ditanggulangi baik akan membawa peningkatan dari angka pengangguran," kata dia dalam diskusi Indef Waspada Gelombang 2 Pemulihan Ekonomi, Jumat (6/7).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 8,75 juta orang pada Februari 2021 lalu. Jumlah ini naik dibandingkan dengan angka pengangguran di Februari tahun lalu yang sebanyak 6,93 juta orang.
Meski naik 1,82 juta dibandingkan Februari 2020, jumlah pengangguran mengalami perbaikan dibandingkan Agustus 2020. Pada saat ini, jumlah pengangguran melonjak hingga 9,77 juta orang imbas pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia.
Dia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi tinggi dan pandemi tidak kunjung terkendali saat ini bukan menjadi kombinasi pas. Sebab percuma pertumbuhan ekonomi positif, namun pengendalian pandemi tidak bisa diatasi. Ujung-ujungnya akan memberikan dampak besar kepada masyarakat.
"Menurut saya bukan kombinasi pas dan baik. Karena perlu kita lihat adalah bagaimana menangani pandemi saat ini. Dan (pengangguran) bisa jadi lebih tinggi dari PSBB sebelumnya," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya