Ada tax amnesty, Wika Beton berharap proyek mandek bisa berlanjut
Merdeka.com - Pemerintah kian gencar melakukan sosialisasi program tax amnesty atau pengampunan pajak. Diharapkan, program ini dapat menyerap dana besar sehingga bisa digunakan untuk pembangunan di sektor riil.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Wilfred Immanuel mengatakan, pihaknya bisa turut berkontribusi dalam rencana pembangunan infrastruktur melalui dana repatriasi tax amnesty. Dengan demikian, beberapa proyek yang sempat mandek karena kekurangan anggaran jadi bisa berlanjut.
"Kami melihat bukan dari kami sendiri. Dengan adanya dana besar yang masuk ini maka dana pengembangan infrastruktur bertambah. Dengan itu berkembang kita ikut. Artinya proyek yang selama ini direncanakan, yang kita khawatir tidak terealisasi bisa terealisasi," ujar Wilfred di Kantor Pusat Wijaya Karya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/7).
Wilfred berharap, program tax amnesty bisa berjalan sukses. Sehingga, dana repatriasi nanti bisa menutupi dana pembangunan infrastruktur yang rencananya dilakukan pemotongan.
"Banyak juga proyek yang dananya belum jelas, seperti proyek tol. Ya diharapkan dana repatriasi bisa membantu menutup dana dana yang rencananya mau di cut untuk infrastruktur," tuturnya.
"Tax amnesty yang penting jalan dulu, baru proyek jalan. Rasanya yang akan jalan proyek seperti penguatan jalur kereta api di Sulawesi. Masih banyak lagi," tambahnya. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya