Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada Stimulus Perumahan, BTN Tak Revisi Target Pertumbuhan KPR Subsidi

Ada Stimulus Perumahan, BTN Tak Revisi Target Pertumbuhan KPR Subsidi Pahala Nugraha Mansury. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) tercatat mendominasi pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di Indonesia, dengan total mencapai 90,82 persen. Kemudian, untuk pasar KPR secara keseluruhan, per September 2019, perseroan juga masih menduduki posisi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 40,19 persen.

Di sisi lain, program stimulus pemerintah di sektor perumahan, dalam rangka mengantisipasi dampak buruk virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, BTN memastikan akan mendapatkan kuota KPR subsidi tambahan dari pemerintah, melalui skema penyaluran subsidi selisih bunga (SSB).

Direktur Utama BTN, Pahala N Mansury, mengatakan jumlah kuota KPR subsidi dalam bentuk SSB diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 unit rumah. Dengan adanya kuota tambahan, dia berharap pertumbuhan KPR subsidi akan lebih positif.

"Artinya kita tidak ada revisi target, jadi ini akan lebih baik pertumbuhannya untuk rumah subsidi. Total, penyaluran kredit pada tahun ini bisa tumbuh 9,5 persen," kata Pahala.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mengucurkan anggaran Rp1,5 triliun untuk perumahan dengan rincian Rp800 miliar berupa subsidi bunga, dan Rp700 miliar berupa subsidi uang muka.

"Dengan demikian, dari jumlah penyaluran KPR 330.000 unit, eksisting FLPP sebanyak 88.000, dan BP2BT 67.000 unit, sehingga ada tambahan sebanyak 175.000 unit," kata Airlangga beberapa waktu lalu.

Stimulus Sektor Perumahan

perumahan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Stimulus sektor perumahan merupakan wujud keberadaan pemerintah dalam mengantisipasi serangan virus corona. Suntikan ini dinilai bisa menjadi bantalan efektif untuk perekonomian nasional, sekaligus pupuk bagi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, langkah pemerintah dalam mendongkrak perekonomian di tengah wabah corona ini diyakini akan memiliki dampak turunan terhadap 170 industri.

"Sektor properti di segmen menengah ke bawah, trennya masih cukup baik. Asal stimulusnya tepat sasaran, bisa berdampak ke sektor lain, misalnya pertambangan pasir, industri kaca keramik, dan transportasi logistik," ujar Bhima.

Kemudian, Bhima mengatakan, stimulus sektor perumahan juga memiliki peluang untuk mendongkrak kredit konsumsi perbankan, khususnya KPR Subsidi, dan diperkirakan akan tumbuh subur.

"Setidaknya, pertumbuhan kredit konsumsi, tidak terlalu rendah dibawah 5 persen. Karena mengandalkan kredit kendaraan bermotor cukup sulit, maka KPR segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) jadi jalan keluarnya," papar Bhima.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP