Ada PPKM Level 3 di Akhir Tahun, Bisnis Hotel & Restoran akan Kembali Lesu
Merdeka.com - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah tidak menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di akhir tahun. Alasannya, bisnis sektor hotel dan restoran akan kembali terpuruk seperti waktu sebelumnya.
"Level 3 ini sama saja diketatkan lagi, dampaknya akan sangat terasa," kata Hariyadi saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Kamis (18/11).
Berkaca dari tahun lalu, saat itu di akhir tahun masyarakat didorong untuk melakukan perjalanan wisata. Bahkan pemerintah mendorong gerakan bekerja dari Bali (work from Bali).
Program tersebut memang berdampak baik bagi industri pariwisata. Namun ketika pemerintah mewajibkan hasil tes negatif PCR, sektor pariwisata kembali terpuruk. "Begitu PCR jadi syarat perjalanan, Bali langsung drop lagi," kata dia.
Padahal saat ini, industri perhotelan dan restoran sedang mengalami pemulihan. Secara perlahan bisnis sektor ini mulai kembali bergerak. Hotel kembali mulai beroperasi. Tidak hanya dalam rangka liburan, melainkan sudah mulai adanya kegiatan rapat atau acara yang dilakukan di hotel dan restoran.
"Sekarang ini kondisinya sudah membaik dan sudah proses pemulihan," kata dia.
Terlebih di akhir tahun biasanya menjadi musim panen bagi bisnis sektor ini. "Akhir tahun memang biasanya puncaknya," ungkap Hariyadi.
Meski kebijakan ini bersifat temporer, namun para pengusaha akan kembali melakukan penyesuian jam kerja kepada karyaannya. Untuk itu dia menyayangkan keputusan pemerintah yang berencana kembali menerapkan PPKM Level 3.
"Kalau sampai PHK sih enggak, paling cuma kita kurangi saja jam kerjanya, jadi digilir lagi," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya