Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada pembangkit listrik angin di Sukabumi!

Ada pembangkit listrik angin di Sukabumi! listrik tenaga angin. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Tak perlu melancong ke Belanda maupun Texas, Amerika Serikat untuk melihat 'kebun' kincir angin yang menghasilkan listrik. Kini, teknologi canggih dan ramah lingkungan itu bisa ditemui di Indonesia. Tepatnya di Taman Jaya Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Proyek pemanfaatan bayu ini adalah yang pertama kali di Indonesia. Nusantara patut bangga karena bisa membangun sumber listrik dari tenaga yang sama sekali tidak mengeluarkan emisi. Di Sukabumi ini, PT Viron Energy sebagai perusahaan pembangun dan pengelola pembangkit tersebut membangun pembangkit listrik dengan kapasitas awal 10 MW atau bisa melistriki dua kelurahan.

"Sepuluh megawatt itu hanya tahap awal saja. Bertahap nanti akan menjadi 30 MW pada akhirnya," ujar Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PLN M Sofyan. Rencananya, pembangkit tersebut mulai bisa menyalurkan setrum pada tahun 2013 nanti.

Membangun listrik dari sang bayu memang tidak murah. Viron mengaku menghabiskan USD 14 juta untuk membangun pembangkit ini. Indonesia selain mempunyai kekayaan sumber daya alam, juga kaya akan angin. Sebagai negara tropis, tenaga angin dengan kecepatan 4-6 meter per detik sudah bisa menghasilkan tenaga lisrik.

Setelah Sukabumi, pembangkit listrik tenaga bayu juga akan hadir di Bantul, Yogyakarta. Sebuah pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) berkapasitas 50 Megawatt (MW) tak lama lagi akan dibangun di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan biaya investasi lebih dari USD 150 juta. PLTB itu akan dibangun oleh UPC Asia Wind Limited. Pada Jumat (20/04) perusahaan tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

Tak berhenti begitu saja, PLN kembali mengembangkan PLTB di NTT. Hal ini untuk mendukung program Indonesia Timur yang akan menjadi proyek percontohan listrik murni dari energi baru terbarukan.

Pada saat Dahlan Iskan menjabat Dirut PLN, dia juga telah memandatkan untuk memperbanyak listrik tenaga surya di pulau-pulau terluar dan kecil di Indonesia. Menurut data kementerian, saat ini kapasitas terpasang energi surya baru sekitar 13 MW. Dari angka tersebut, PLN mengelola sekitar 2 MW. Tahun ini dengan target melistriki 100 pulau, perusahaan listrik nasional itu akan menambah kapasitas terpasang energi surya sekitar 10 hingga 20 MW.

  (mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP