Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada instruksi penghematan anggaran, Garuda Indonesia was-was

Ada instruksi penghematan anggaran, Garuda Indonesia was-was Pesawat Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri BUMN Rini Soemarno menginstruksikan kepada para pejabat BUMN, tidak melakukan perjalanan dinas menggunakan penerbangan kelas bisnis. Alasannya untuk menghemat anggaran pengeluaran kementerian.

Sebagai perusahaan penerbangan pelat merah dan biasa ditumpangi para pejabat BUMN, Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya jika instruksi tersebut terealisasikan.

Namun, aturan tersebut dikeluarkan dan terealisasikan, layanan kelas bisnis Garuda Indonesia bisa menurun. "Nanti kelas bisnis bisa mati, ya kita lihat nanti," kata Direktur Pemasaran Garuda Indonesia, Erik Meijer di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Kamis (6/11).

Dia menegaskan, pihaknya akan menunggu aturan tersebut dikeluarkan. Selama ini, selain para pejabat negara dan pegawai negeri, layanan kelas bisnis banyak diisi kalangan swasta."Intinya kami siap nurut."

Erik menegaskan, hingga saat ini perseroan belum mengeluarkan strategi apapun jika nanti kelas bisnis Garuda akan terkena dampak penghematan anggaran kementerian."

"Kita belum lihat instruksinya, baru liat di media tapi tunggu saja, dampak itu negatif akan mengurangi jumlah penumpang di bisnis kelas, dan kita harus pikirkan untuk siasati, yang pasti kelas bisnis ini, merupakan segmen yang besar," ungkapnya.

Dirinya belum memastikan berapa nilai yang bakalan hilang dan kerugian yang harus ditanggung perseroan akibat wacana ini. "Belum dapat diprediksi," katanya. (mdk/arr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP