Ada bom Surabaya, ESDM gandeng kepolisian perketat pengawasan objek vital nasional
Merdeka.com - Dua hari terakhir, Indonesia diguncang aksi bom Surabaya. Seluruh instansi, termasuk Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan siaga satu.
ESDM memperketat pengamanan objek vital nasional yang menyangkut sektor energi. Hal ini mengantisipasi gangguan teroris yang belakangan meningkat khususnya aksi bom bunuh diri.
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan instansinya telah mendapat instruksi dari aparat keamanan, untuk meningkatkan pengamanan pada objek vital sektor energi. Saat ini hal tersebut masih dikoordinasikan.
Untuk diketahui, objek vital tersebut diantaranya, fasilitas pengolahan minyak (kilang), terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit. "Kan sudah ada instruksi pengamanan untuk siaga, nah ini sedang kita koordinasikan," kata Arcandra, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (14/5).
Menurut Arcandra, peningkatan pengamanan objek vital tersebut menyangkut status keamanan siaga satu, atas adanya gangguan teroris yang terjadi belakangan ini. "Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh dikatakan kita siaga I ya. Kita siaga satu," tutur Arcandra.
Arcandra melanjutkan, selain objek vital sektor energi, untuk mengantisipasi gangguan teroris Kementerian ESDM juga berinisiatif meningkatkan keamanan pada area perkantorannya. "Yang sudah terlihat mungkin di beberapa Kementerian ESDM, kita lakukan beberapa kegiatan inisiatif untuk menjaga fasilitas tempat kita bisa terjaga," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, lima rangkaian bom bunuh diri menghantam Kota Surabaya kemarin dan hari ini. Terbaru bom meledak di halaman Mapolrestabes Surabaya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya