Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AccorHotels targetkan punya 200 hotel di Indonesia tahun 2020

AccorHotels targetkan punya 200 hotel di Indonesia tahun 2020 Ibis Styles Bogor Raya. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Wajah Garth Simmons, Chief Operating Officer AccorHotels Malaysia-Indonesia-Singapore, tampak sumringah siang itu. Baru saja dia meluncurkan hotel terbaru jaringan Accor, ibis Styles Bogor Raya. Sebuah hotel ekonomi premium yang memiliki desain yang modern di dekat lapangan golf.

Jaringan AccorHotels punya target yang cukup ambisius. Mereka menargetkan memiliki 200 hotel di Indonesia pada tahun 2020. Garth Simmons mengaku cukup optimistis pasar Indonesia akan berkembang terus.

Saat ini, Accor sudah memiliki lebih dari 100 hotel di seluruh Indonesia. Walau perekonomian Indonesia cenderung flat tahun ini, namun bisnis di bidang perhotelan dan pariwisata masih cukup bergairah.

"Kami cukup yakin dengan perkembangan bisnis di Indonesia. Langkah pemerintah untuk mempromosikan pariwisata juga sangat baik. Target kami 200 hotel pada tahun 2020," kata Garth Simmons saat menerima merdeka.com dan beberapa media di Bogor, Selasa (16/11).

ibis styles bogor raya

Simmons mengaku kini menyasar Indonesia Timur. Banyak daerah potensial di sana. Jaringan Accor di Makassar dan Manado pun memiliki tingkat okupansi yang cukup tinggi.

"Belitung juga akan menjadi masa depan pariwisata Indonesia. Pantai-pantainya sangat indah dan tidak terlalu jauh dari Jakarta. Mungkin bukan dalam waktu dekat karena menunggu pembangunan infrastruktur, tapi Belitung sangat potensial," kata pria asal Australia ini.

AccorHotels merupakan salah satu jaringan hotel dan resort nomor satu di dunia. Mereka memiliki 4.100 hotel di 95 negara dengan total 570.000 kamar.

Untuk kelas Luxury, baru saja mereka mengakuisisi Raffles Hotel dan Resort. Sebelumnya sudah ada Fairmont dan Sofitel. Untuk jaringan hotel bintang empat ada Hotel Pullman, Grand Mercure dan Novotel. Sementara untuk ekonomi dan keluarga ada Ibis Styles, Ibis dan Ibis Budget Hotel. Sebagian nama-nama itu tentu sudah sangat familiar dengan masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, Accor mengaku wisatawan domestik masih lebih dominan daripada mancanegara. Mereka juga mengandalkan rapat atau acara dari institusi dan pemerintahan.

Saat ini tingkat okupansi di jaringan AccorHotels rata-rata 70 persen. Menurut Simmons, angka itu termasuk cukup bagus.

"Tentu kita tidak bisa pukul rata. Di Jakarta dan Bali misalnya, tingkat okupansi bisa lebih dari 90 persen. Tapi di daerah lain lebih sedikit. Di Tangerang, hotel baru kita juga okupansinya sangat bagus. Saya kira untuk rata-rata sekitar 70 persen," kata dia.

Menghadapi tren backpackers di dunia, apakah Accor juga berniat membuka kamar di kelas yang lebih murah?

Simmons menjelaskan hal itu masuk ke dalam perencanaan pihak Accor. Mereka masih mengkaji daerah mana yang cocok untuk tipe penginapan seperti itu.

"Di Bali mungkin cocok, tapi di tempat lain belum tentu. Kami masih menjajakinya," kata Simmons.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP