98 Persen karyawan Total di Blok Mahakam setuju gabung Pertamina
Merdeka.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak usaha Pertamina, akan mulai mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, per 1 Januari 2018. Saat ini Blok Mahakam dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation yang akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, mengatakan sebanyak 98,23 persen karyawan Total Indonesie yang sebelumnya terlibat dalam operasi ladang minyak dan gas Blok Mahakam di Kalimantan Timur memastikan bergabung dengan PT Pertamina Hulu Indonesia per 25 Oktober 2017 lalu.
"Kami menawarkan mereka ke Pertamina Hulu Indonesia untuk menjaga produksi minyak dan gas," ungkapnya di Hong Kong Café, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).
Dengan demikian, ada sebanyak 1.885 orang karyawan Total Indonesie di Blok Mahakam bergabung dengan PT Pertamina Hulu Indonesia dari total jumlah karyawan sebanyak 1.919 orang.
Sedangkan sisanya, sebanyak 1,77 persen alias 34 orang tidak bergabung dikarenakan telah memasuki usia pensiun, dan beberapa lainnya memilih membuka usaha mandiri.
"Untuk top management seperti Vice President hingga General Manager yang bergabung sebanyak 8 orang, middle management seperti manager sebanyak 53 orang, dan pegawai setara staff sebanyak 1.824 orang," jelas Bambang.
Ada pun ke-1.824 karyawan Total Indonesie dan Inpex Jepang akan bergabung dengan Pertamina Hulu Indonesia per 1 Januari 2018. Karyawan tersebut di Pertamina Hulu Indonesia diberikan gaji dan posisi yang sama.
"Mereka bergabung per 1 Januari 2018 arena Blok Mahakam baru akan dialihkelola ke Pertamina Hulu Indonesia per 1 Januari 2018," tandas Bambang.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya