Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

900 Gerbong kereta berusia uzur, KAI lakukan peremajaan

900 Gerbong kereta berusia uzur, KAI lakukan peremajaan Didiek Hartanto. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan peremajaan armadanya. Sebab, hampir 900 kereta yang dimiliki perseroan telah uzur, di mana kebanyakan di atas 30 tahun.

Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, mengatakan pada 2017 pihaknya telah memesan 438 kereta pada PT INKA (Industri Kereta Api).

"Untuk peremajaan tidak bisa tahunan, kita programkan ya. Tadi saya katakan bahwa hampir 900 kereta kita usianya di atas 30 tahun. Makanya kita sudah pesan 438 kereta kepada INKA," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (23/11).

Dia mengatakan pihaknya akan memesan 438 kereta lagi setelah 438 kereta yang dipesan tahun ini selesai dikerjakan. "Setelah 438 ini dikirim (selesai dikerjakan), kita akan pesan 438 lagi. Peremajaan. Kereta baru ada yang eksekutif ada yang ekonomi," katanya.

Didiek menjelaskan peremajaan armada ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna kereta. "Kita punya program ke depan selain di angkutan, pelayanan di stasiun-stasiun juga kita tingkatkan. Di atas kereta juga. Harapan penumpang dari naik, di atas kereta dan turun itu sama layanannya," tuturnya.

Didiek memastikan pesanan kereta yang sedang dibangun PT INKA ini akan lebih nyaman bagi penumpang. Dia menjelaskan jika untuk kereta kelas ekonomi biasanya satu gerbong terdiri atas 100 kursi maka pada kereta yang sedang dikerjakan ini hanya akan ada 80 kursi.

"Jadi sekarang itu kereta ekonomi 100 kursi. Kereta ekonomi kita yang baru itu 80 kursi. Eksekutif tetap 50 kursi," ungkapnya.

Dengan adanya pengurangan sebanyak 20 kursi, kata dia tentu akan membuat gerbong kereta ekonomi lebih lapang dan nyaman. "Gerbongnya sama antara ekonomi dan eksekutif. Tempat duduk saja yang konfigurasi berbeda. Tujuan kita ke depan tidak berorientasi pada pada peningkatan volume, tapi kenyamanan. 100 ke 80, jarak antarkursi bisa lebih jauh, kenyamanan lebih bagus," tegasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP