Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Strategi pemerintah & BI genjot pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa USD 28 M

8 Strategi pemerintah & BI genjot pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa USD 28 M Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan pemerintah dan bank sentral menetapkan target jumlah wisata mancanegara (wisman) sebanyak 25 juta dengan penerimaan devisa sebesar USD 28 miliar di 2024. Selain itu, pemerintah menetapkan sembilan destinasi wisata yang siap dipasarkan yaitu Bali, Jakarta dan sekitarnya, Kepulauan Riau, Bromo Tengger Semeru dan Banyuwangi. Serta empat destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo.

"Sejumlah kesepakatan telah dilakukan, mencakup 8 aspek. Target yang ingin dicapai dan disepakati untuk 2019 jumlah wisman 20 juta dengan devisa USD 17,6 miliar, naik dari USD 14 di 2017. Di ‎2024 kita arahkan jumlah wisman 25 juta dengan devisa USD 28 miliar," ujar dia di Yogyakarta, Rabu (29/8).

Ketiga, terkait pembiayaan, akan dikeluarkan Permenko Ekonomi mengenai KUR pariwisata dengan subsidi suku bunga. Terkait hal ini, OJK juga akan mengeluarkan aturan yang untuk mendorong pelaku usaha. Pembiayaan infrastruktur di pariwisata akan dikembangkan melalui nonbank termasuk reksa dana terbatas.

Keempat, dukungan terhadap penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2018.

Kelima, promosi destinasi wisata secara terpadu antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha, yang akan dilakukan pilot projectnya pada gelaran Indonesia Investment Day 2018 yang berlangsung pada 31 Agustus 2018 di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, Singapura.

Keenam, meningkatkan konektivitas yang sudah dilakukan untuk destinasi prioritas. "Bagaimana tingkat akses ke Banyuwangi, juga akses dari Bali. Juga akan ada kereta api baru dari New Yogyakarta International Airport ke kota Yogyakarta, juga terkait akses jalan dan lain-lain," ungkap dia.

Ketujuh, peningkatan aktraksi di sejumlah destinasi wisata yang akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Kedelapan, peningkatan amenitas di tempat wisata seperti penyediaan air bersih dan pelaksanaan pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar guna mendukung aktivitas pariwisata.

‎"Delapan ini akan dikawal secara bisa konkret tingkatkan devisa wisata, menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP