8 Prinsip Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara akan dilakukan dengan berpegang pada 8 prinsip. Beberapa di antaranya yakni mendesain sesuai dengan kondisi alam. Berlandaskan bhineka tunggal ika. Terhubung, aktif dan mudah diakses.
"Terdapat 8 prinsip dalam perencanaan Ibu Kota Negara yakni mendesain sesuai dengan kondisi alam, bhineka tunggal ika, terhubung, aktif dan mudah diakses," kata Suharso dalam Sidang Paripurna di DPR-RI, Jakarta, Selasa (18/1).
Dia melanjutkan pembangunan ibu kota dilakukan dengan prinsip rendah emisi karbon. Sebagaimana rencana pemerintah dalam menurunkan emisi karbon.
Kemudian pembangunan bersifat sirkular dan tanggung. Ibu Kota Negara yang baru juga harus menjamin keamanan dan keterjangkauan. Menjadi wilayah yang nyaman dan efisien dengan penggunaan teknologi.
Terpenting, Ibu Kota bernama Nusantara ini harus menjadi ruang terbuka bagi perekonomian. "Terbuka ruang ekonomi," kata dia.
Dari berbagai prinsip tersebut, Suharso mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara baru ini akan dilakukan secara bertahap dengan skema pendanaan yang juga bertahap. Cara ini kata dia sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berguna dalam jangka panjang.
"Pelaksanaan ibukota negara akan dilakukan bertahap dengan skema pendanaan bertahap," kata dia.
Makna dalam Nama Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, alasan pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota baru. Hal itu disampaikannya dalam Sidang Paripurna bersama DPR RI pada hari ini.
"Dapat kami sampaikan bahwa Nusantara dideskripsikan sebagai konseptualisasi atas wilayah geografi Indonesia dengan konstituenta pulau-pulau yang disatukan oleh lautan," ujar Menteri Suharso, Selasa (18/1).
Baik secara nama maupun lokasi, Menteri Suharso menyebut, Nusantara sebagai ibu kota baru akan merepresentasikan segala kekayaan dan kemajemukan yang berada di wilayah Indonesia.
"Terbersit di dalamnya kemajemukan geografi yang disertai dengan kemajemukan budaya. Maka Nusantara adalah sebuah konsep kesatuan yang mengakomodasi kekayaan, kemajemukan Indonesia," ungkapnya.
Tak hanya itu, sesuai dengan visi Indonesia 2045 sebagai top 5 negara ekonomi terkuat dunia, dia ingin Nusantara jadi modal dasar untuk memajukan kesejahteraan rakyat sekaligus mendongkrak target Indonesia sebagai negara maju.
"Dengan nama Nusantara, ibu kota negara Republik Indonesia merepresentasikan realitas tersebut. Realitas kekayaan/kemajemukan Indonesia itu jadi modal sosial untuk memajukan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, menuju Indonesia maju, tangguh dan berkelanjutan," tuturnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya