Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Alasan Anda akan selalu miskin padahal digaji tinggi

8 Alasan Anda akan selalu miskin padahal digaji tinggi uang. shutterstock

Merdeka.com - Menjadi kaya dan hidup berkecukupan tidak hanya tergantung dari berapa besar gaji atau uang yang bisa Anda hasilkan. Di luar itu, untuk menjadi kaya membutuhkan keahlian dalam mengelola keuangan sendiri. Meski bergaji besar, tapi tidak bisa mengelola uang maka dapat dipastikan Anda tidak akan menjadi kaya sampai kapan pun.

Dalam survei terbaru yang dikeluarkan SunTrust Banks, di Amerika saja banyak penduduknya yang tidak ahli dalam mengelola keuangan sendiri. Banyak dari mereka yang terjebak dalam pengeluaran besar yang akhirnya membuat mereka selalu miskin. Padahal, pendapatan mereka jauh di atas garis kemiskinan. Mereka bisa mengantongi USD 75.000 atau sekitar Rp 999 juta dalam setahun. Tapi, gaji selalu habis untuk hidup.

Survei ini juga mengungkap bahwa 73 persen orang Amerika mempunyai kurang dari USD 1.000 dalam tabungan mereka. Kondisi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, kenapa orang berpenghasilan tinggi masih saja miskin?

GoBankingRates mencoba mencari jawaban ini dengan menanyakan pada 23 ahli keuangan pribadi di Amerika. Mereka menanyakan masing-masing ahli keuangan dengan pertanyaan yang sama. Jawaban ahli keuangan ini tidak hanya untuk masyarakat Amerika, namun untuk masyarakat dunia yang mempunyai masalah dalam mengelola keuangan.

Dilansir dari Huffington Post, berikut alasan kenapa Anda masih akan tetap miskin meski mempunyai gaji yang cukup tinggi.

Tidak punya tabungan prioritas

tabungan prioritas rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Memiliki tabungan prioritas merupakan salah satu cara untuk memajukan kehidupan dan keuangan di masa depan. Selama Anda tidak punya ini, maka sudah bisa dipastikan Anda tidak akan kaya meski mempunyai gaji tinggi.

Pakar keuangan pribadi dari PT Money, Philip Taylor mengatakan Anda akan selalu merasakan stagnasi pada sektor keuangan ketika Anda tidak menyimpan untuk diri Anda sendiri, meskipun Anda mempunyai pekerjaan yang baik.

"Jadi, ketika Anda dibayar, pastikan Anda menyimpan untuk beberapa dolar. Ini untuk masa depan Anda," kata Philip.

Philip menyarankan agar membuat tabungan prioritas dan mengambil otomatis pada setiap periode dari uang yang Anda dapatkan. "Anda akan maju secara financial dengan membuat tabungan prioritas."

Tinggal di tempat yang mahal

tempat yang mahal rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

CEO Student Loan Hero, Andy Josuweit mengatakan, mengeluarkan uang terlalu banyak untuk membayar kontrakan atau menyewa rumah adalah salah satu alasan terbesar Anda selalu mengalami kesulitan keuangan. Menurut Andy, lebih baik pertimbangkan untuk pindah ke tempat yang lebih kecil dan tidak menghabiskan uang terlalu banyak.

"Ini adalah penyakit orang-orang yang mempunyai pendapatan di atas rata-rata dan akhirnya menghabiskan terlalu banyak uang untuk membayar sewa rumah," kata Andy.

Menurut Andy, dalam perencanaan keuangan yang sehat, Anda harus mencoba pengeluaran untuk bayar sewa harus di bawah 20 persen penghasilan.

Tidak punya rencana keuangan

rencana keuangan rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tidak mempunyai perencanaan keuangan merupakan alasan utama kenapa Anda akan terus miskin. "Sangat mudah untuk untuk berharap bahwa akan ada uang yang tersisa pada akhir bulan. Tapi berkali-kali uang habis di tengah jalan," ucap  Elle Martinez dari Couple Money.

Untuk mengendalikan perilaku dan melawan kebiasaan belanja yang buruk, Elle menyarankan agar membuat simpanan otomatis. Dengan kata lain, uang Anda akan disimpan dalam tabungan secara otomatis jika Anda menerima penghasilan.

"Ini akan melindungi Anda dalam keadaan darurat, selain itu Anda juga akan mempunyai dana pensiun," katanya.

Tidak tahu uang dipakai untuk apa

uang dipakai untuk apa rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ahli keuangan dan juga penulis, Donna Freedman mengatakan, masalah keuangan terbesar yang pernah dia lihat adalah ketika orang tidak punya sistem anggaran dan hanya hidup dari gaji ke gaji setiap bulannya. Dalam kondisi ini, setiap penghasilan yang didapat akan habis tanpa tahu guna dan tujuannya.

Menurut Donna, Anda lebih baik secepatnya membuat tabungan darurat atau tabungan pensiun. Anda harus membuat sistem anggaran tunai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk liburan. Sisa dari penghasilan yang telah disisihkan untuk kebutuhan keseharian harus di tabung.

"Ketika Anda mempunyai cukup uang untuk menangani semua kebutuhan Anda dan beberapa keinginan Anda. Kemudian ditambah mempunyai dana darurat dan pensiun. Maka Anda dapat tidur nyenyak malam ini," kata Donna.

Tidak bisa pisahkan antara keinginan dan kebutuhan

pisahkan antara keinginan dan kebutuhan rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pakar keuangan pribadi, Grayson Bell mengakui rata-rata masyarakat dunia tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kebanyakan orang menggunakan kata 'butuh' untuk segala sesuatu yang mereka beli. Kata butuh terkadang mengharuskan seseorang untuk menghabiskan uang.

"Anda mungkin butuh mobil untuk transportasi, tetapi anda hanya 'ingin' untuk model yang mewah. Mental seperti ini membuat kita hancur secara keuangan," ucap Grayson.

Mencoba kaya dengan cepat

dengan cepat rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pendiri Money Smart Guides, Jon Dulin menyebut terlalu banyak orang yang ingin kaya mendadak dan keluar dari kemiskinan. Namun mereka tidak menyadari cara yang dilakukan terkadang malah mengubur mereka dalam kemiskinan.

"Kebanyakan orang ingin kaya membeli saham panas, mempunyai banyak ide bisnis dan mengejar gagasan itu dan ingin kaya dalam semalam. Sayangnya itu semua tidak bekerja," kata Jon. Menurut Jon, jika ingin kaya harus bekerja keras. Tidak ada keberuntungan tanpa kerja keras.

Banyak membeli aset yang nilainya terus turun

aset yang nilainya terus turun rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pakar keuangan pribadi, Deacon Hayes mengatakan salah satu alasan orang akan selalu miskin karena fokus membeli barang yang nilai asetnya akan terus turun. Dengan kata lain, jika barang ini dijual lagi maka harganya akan turun seperti mobil.

"Dengan begitu Anda hanya mempunyai sedikit sumber daya untuk membangun kekayaan. Kalau begini Anda masih akan terus hidup dari gaji ke gaji tiap bulannya," katanya.

Deacon menyarankan agar Anda segera mengubah fokus dengan membeli aset yang berharga dan nilainya terus naik seperti saham, emas, real estate dan lain sebagainya. "Mereka memberi lebih banyak sumber daya sehingga Anda tidak lagi hidup dalam kemiskinan," katanya.

Banyak pengeluaran dari pemasukan

dari pemasukan rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pendiri Side Hustle Nation, Nick Loper mengatakan akar penyebab yang membuat semua orang selalu miskin adalah sama, yaitu lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan. "Sejauh yang saya tahu, inilah satu-satunya penyebab bangkrut dan selalu miskin," kata Nick.

Menurut Nick, mengatasi masalah ini bisa dari dua sisi. Pertama adalah dengan bekerja keras dan mendapatkan uang lebih banyak sehingga Anda memiliki ruang untuk bernapas. Selain itu juga bisa memotong pengeluaran," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP