Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Kisah impor ironis yang dilakukan Indonesia

6 Kisah impor ironis yang dilakukan Indonesia kedelai impor. Merdeka.com/Imam Buchori

Merdeka.com - Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun, kekayaan alam yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tidak heran jika pemerintah sangat mengandalkan kebijakan impor berbagai komoditi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ironisnya, sebagai negara agraris, Indonesia menjalankan kebijakan impor produk pertanian yang sesungguhnya semua tersedia di dalam negeri.

Faktanya, kebijakan impor yang ironis itu seolah memberi gambaran kontraproduktif atas potensi Indonesia sebagai negara agraris. Hal itu yang sempat dikeluhkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Dahlan mengaku miris melihat kenyataan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara agraris terbesar, tapi masih bergantung pada impor untuk pemenuhan kebutuhan penduduknya.

"Kita malu negera agraris tapi banyak impor," ujar Dahlan beberapa waktu lalu.

Berikut enam kisah impor ironis yang dijalankan pemerintah.

Beras

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah paling rajin mendatangkan komoditi beras dari luar negeri. Musim paceklik selalu jadi alasan pemerintah membuka keran impor beras.

Tahun lalu, Bulog mengimpor 1,8 juta ton beras. Tahun ini, Bulog menyatakan cadangan beras nasional aman. Tapi, pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras.

Gula

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Industri gula merupakan salah satu industri sektor perkebunan tertua di negeri ini. Konon, Indonesia pernah mengalami era kejayaan industri gula, jauh sebelum negeri ini merdeka. 

Pada satu dekade terakhir, industri gula memang mengalami pasang surut. Bahkan, pemerintah mulai rajin mendatangkan gula yang diproduksi negara lain agar Indonesia semakin manis. Tahun ini saja, pemerintah berencana mendatangkan 240.000 ton gula mentah (raw sugar) dari negeri gajah putih Thailand.

Kebijakan impor gula diambil karena kebutuhan konsumsi gula nasional cukup tinggi yakni 2,9 juta ton yang diperuntukan bagi konsumsi langsung seperti industri minuman, industri kecil rumah tangga, warung-warung.

Garam

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Indonesia tercatat sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Sepanjang garis pantai Indonesia tersimpan potensi garam yang cukup besar. Namun pemerintah tetap bergantung pada garam impor.

Tingginya angka kebutuhan garam di dalam negeri, memaksa pemerintah membuka keran impor garam, termasuk garam konsumsi. Tercatat total kebutuhan garam nasional tahun ini mencapai 3 juta ton, di mana 1,8 juta diantaranya untuk garam industri dan 1,2 juta ton garam konsumsi. 

Kemendag menyatakan telah menghentikan impor garam. Periode impor garam hanya dibuka pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012. Alokasi impor hanya sebesar 533.000 ton yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama (Maret-April 2012) sebesar 300.000 ton dan tahap kedua (Mei-Juni 2012) sebesar 233.000 ton.

Daging Sapi

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tingkat konsumsi daging di dalam negeri tergolong tinggi. Pemerintah menetapkan swasembada daging sapi pada 2014. Otomatis, produksi sapi dalam negeri harus digenjot agar bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Potensi peternakan sapi di Indonesia sesungguhnya cukup besar. Tapi, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah masih mengandalkan impor.

Pada 2012 kuota 85.000 ton daging dibagi menjadi 51.000 ton sapi bakalan atau setara dengan 283.000 ekor sapi dan 34.000 ton daging beku. Pada Desember 2012 terdapat daging impor sebanyak 3.753 ton, sapi bakalan sebanyak 15.106 ekor atau setara dengan 11.212 ton. 

Tahun depan, pemerintah masih bergantung pada daging impor. Tahun depan, pemerintah menetapkan kuota daging impor sebanyak 80.000 ton dibagi dalam impor daging beku sebanyak 32.000 ton dan sapi bakalan seberat 48.000 ton atau setara 276.000 ekor sapi.

Kedelai

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kedelai adalah salah satu komoditi pangan yang potensinya cukup besar di Indonesia. Kedelai dibutuhkan untuk membuat tahu, tempe, kecap, dan lainnya.

Ironis memang, sebagai negara yang dilalui garis khatulistiwa, Indonesia memiliki tanah yang subur. Hanya saja, potensi kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya tergarap dengan maksimal. Alhasil, impor bahan pangan yang merupakan komoditi strategis, membanjiri pasar dalam negeri.

Kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,4 juta ton per tahun. Kemampuan produksi kedelai dalam negeri hanya sebesar 600.000 ton per tahun. Langkah singkat pun diambil pemerintah agar tidak ada kelangkaan kedelai. Tahun ini saja, setidaknya terdapat 1,8 juta ton kedelai impor masuk Indonesia. 

Pemerintah pernah menargetkan swasembada kedelai pada 2008, namun akhirnya gagal. Pemerintah juga menargetkan swasembada pangan pada 2014.

"80 persen dari impor. Kita ini tergantung impor, tidak hanya kedelai, tapi juga beras, jagung, gula, daging dan beberapa produk hortikultura lainnya," ungkap anggota komisi VI DPR Viva Yoga Mauladi kepada merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Singkong

6 kisah impor ironis yang dilakukan indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sungguh ironis bila Indonesia yang di beberapa daerah masih kaya akan singkong, dan bahkan menjadikan singkong sebagai makanan pokok, realitanya justru mendatangkan singkong dari luar negeri. Dua negara yang paling banyak mengirim singkong ke Indonesia adalah Vietnam dan Thailand.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil singkong. Data Kementerian Pertanian mencatat produksi tanaman yang identik dengan makanan rakyat jelata itu mencapai 19,92 juta ton sepanjang tahun lalu.

Data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan kondisi yang kontraproduktif. Negara ini justru mengimpor singkong dengan nilai mencapai Rp 32 miliar dalam 10 bulan terakhir.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan situasi tidak lepas dari pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam negeri. Harus dipahami bahwa masalahnya ada pada minimnya pengolahan singkong mentah menjadi cassava stash alias tepung singkong.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP